Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ini Strategi Pemkab Jembrana Mendatangkan Pembeli, Luncurkan Tempat Relokasi Pasar Umum Negara

Eka Prasetya • Jumat, 1 September 2023 | 12:05 WIB

PENDATAAN DIDUGA BELUM VALID: Suasana dalam Pasar Umum Negara. Untuk pendataan pedagang diduga belum valid.
PENDATAAN DIDUGA BELUM VALID: Suasana dalam Pasar Umum Negara. Untuk pendataan pedagang diduga belum valid.

 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba melakukan launching pasar relokasi pedagang Pasar Umum  Negara.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba melakukan launching pasar relokasi pedagang Pasar Umum Negara.

NEGARA- Pedagang di Pasar Umum Negara kini telah menghuni tempat relokasi. Baik itu di areal parkir Pemkab Jembrana maupun di Pasar Ijogading. Tempat relokasi itu diluncurkan Bupati Jembrana, I Nengah Tamba. Seperti apa?

Areal parkir Pemkab Jembrana, Kamis (31/8) terlihat ramai. Kemarin, Bupati Jembrana Nengah Tamba meluncurkan tempat relokasi pedagang. Peluncuran tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah mensosialisasikan tempat relokasi yang akan berlangsung selama proses revitalisasi Pasar Umum Negara. Selain areal parkir Pemkab Jembrana, relokasi pedagang di Pasar Ijogading.

Sebagian besar menghuni tempat relokasi di areal parkir Pemkab Jembrana. Tercatat ada 438 orang pedagang di sana. Sementara di Pasar Ijogading ada 161 orang.

Saat launching, Tamba bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda)  Jembrana, serta kepala OPD sempat berkeliling pasar relokasi. Bupati juga menyerap aspirasi dari pedagang dan berdialog dengan pedagang yang sudah menempati kiosnya masing-masing.

“Saya bertanya kepada pedagang apakah langganan atau pembeli nya sudah datang. Sebagian sudah datang dan sudah semringah, sudah senyum bagus,” ujarnya.

Bupati Tamba menyadari kondisi pasar relokasi masih sepi karena baru berjalan. Nantinya seiring waktu, setelah sosialisasi secara masif dilakukan maka semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan datang ke pasar relokasi.

“Keluhan dari para pedagang yang direlokasi pasti ada, Mungkin 1-2 bulan ini butuh kesabaran dulu karena beberapa masyarakat belum mengetahui dan belum sempat datang kesini,” ungkapnya.

Bupati Tamba juga menggerakkan para pegawai agar berbelanja ke pasar tempat relokasi di saat jam istirahat maupun pulang kerja. Selain itu, bupati akan menggalang donasi dari para pegawai negeri sipil (PNS) terutama eselon II dan III, serta fungsional untuk mendonasikan gajinya sekitar Rp 50 ribu. Nanti donasi yang dikumpulkan dari pegawai akan dijadikan kupon belanja yang akan dibagikan kepada masyarakat pendamping.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian Dan Perdagangan, I Komang Agus Adinata menerangkan seluruh pedagang pasar umum negara sudah keluar dan mengosongkan pasar umum negara yang saat ini masih dalam proses pembongkaran. Di tempat relokasi ini di areal parkir pemkab jembrana tertampung 438 pedagang dan tersisa masih 10 kios untuk menunggu pedagang yang belum menempati tempat relokasi. 

“Sampai saat ini rupanya para pedagang secara mandiri telah melakukan relokasi secara swadaya maupun mandiri di tempat yang mereka inginkan,” jelasnya. (*)

Editor : Donny Tabelak
#pemkab jembrana #bupati tamba