Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mimih, Kabel Semrawut Tersangkut Truk, Ganggu Pengguna Jalan

Muhammad Basir • Jumat, 1 September 2023 | 16:05 WIB
LUAR BIASA KACAUNYA KABEL INI: Perbaikan kabel yang sempat terangkut truk di simpang empat tugu jam Kecamatan Negara. (m.basir/radar bali)
LUAR BIASA KACAUNYA KABEL INI: Perbaikan kabel yang sempat terangkut truk di simpang empat tugu jam Kecamatan Negara. (m.basir/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Kabel yang melintang di jalan dan terlalu rendah, sering tersangkut kendaraan. Bahkan sudah sering makan korban pengendara motor.

Yang terbaru, belasan kabel yang melintang di persimpangan tugu jam perbatasan wilayah Kelurahan Lelateng tersangkut truk yang melintas.

Belasan kabel diduga milik provider yang melintang di jalan tersebut, menghalangi pengguna jalan karena hanya berjarak kurang 2 meter dari aspal jalan. Kabel terangkut truk ketika pengalihan arus lalu lintas untuk kegiatan kirab Pemilu 22024, Rabu (30/8/2023) sore.

Kabel yang tersangkut truk dan menjuntai terlalu rendah, baru diperbaiki Kamis (31/8/2023) pagi oleh pemilik kabel. Kabel yang semrawut tersebut tidak hanya di simpang tugu jam  Kelurahan Lelateng dan Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, tetapi juga di sejumlah lokasi wilayah Kota Negara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Permana dikonfirmasi mengakui sering mendapat keluhan mengenai kabel yang semrawut di wilayah Kota Negara. "Memang tidak bisa dipungkiri banyak label yang semrawut di beberapa lokasi dan melintang terlalu rendah di jalan," jelasnya.

Mengenai kondisi semrawutnya kabel di wilayah Jembrana ini, pihaknya akan berkoordinasi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, diantaranya dinas pekerjaan umum yang memiliki kewenangan tata ruang dan dinas perizinan terkait izin.

"Kita akan kumpul internal dulu, untuk menyamakan persepsi mengenai kewenangan masing - masing. Agar nantinya jelas siapa berwenang dan berbuat apa," ungkapnya.

Setelah koordinasi internal untuk menyamakan persepsi agar tidak saling lempar tanggungjawab, pihaknya juga akan mengumpulkan seluruh provider. Karena, fakta yang terjadi, banyak kabel yang dipasang mengggunakan satu tiang sehingga tidak diketahui pasti pemilik tiang dan kabel yang sebenarnya.

"Banyak ditemukan, tiang provider A tapi yang pasang kabel provider B juga. Seperti apa kerjasamanya antar provider ini," terangnya.

Eko menegaskan, mengenai kabel yang semrawut ini memang perlu segera ditertibkan. Karena selain membayarkan pengguna jalan juga bisa merusak estetika kota. "Segera kami akan tindaklanjuti," tegasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#jembrana #provider #kabel semrawut