Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bocah Tenggelam Terseret Arus di Pantai Pengambengan Jembrana Ditemukan Meninggal

Muhammad Basir • Senin, 4 September 2023 | 04:37 WIB

 

DITEMUKAN: Proses evakuasi korban meninggal setelah tiga hari hilang karena terseret arus di Pantai Pengambengan
DITEMUKAN: Proses evakuasi korban meninggal setelah tiga hari hilang karena terseret arus di Pantai Pengambengan

NEGARA, radarbali.id - Bocah 9 tahun, Muhammad Bintang Rehaldi, yang tenggelam setelah terseret arus di pantai Desa Pengambengan, Jumat (1/9/2023) lalu, ditemukan dalam kondisi sudah meninggal, Minggu (3/9). Korban ditemukan nelayan di tengah laut sekitar 2 mil laut dari lokasi awal tenggelam setelah terseret arus saat mandi bersama kakeknya.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan menjelaskan, upaya pencarian korban ditemukan tiga hari setelah hilang oleh nelayan yang sedang memancing di perairan Desa Pengambengan sekitar pukul 08.05 WITA. "Info awal ditemukan nelayan di tengah laut, kemudian menghubungi istrinya agar melaporkan temuannya," ungkapnya.

Kemudian, Halimah, 52, istri nelayan asal Banjar Rening, Desa Cupel tersebut, yang menemukan mayat melaporkan ke Satpolairud Polres Jembrana. Laporan ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan dengan melakukan penyisiran ke arah timur menggunakan speed boat Satpolairud dan ruber boat Basarnas untuk melakukan evakuasi.

Dari lokasi awal korban tenggelam ke lokasi ditemukan sekitar 2 - 3 mil laut. Setelah itu korban dibawa ke darat untuk dilakukan identifikasi. Ayah korban yang sudah menunggu di pantai memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan anaknya yang hilang tenggelam setelah terseret arus. "Memang sudah dipastikan bahwa jenazah yang ditemukan memang korban yang tenggelam," ujarnya.

Jenazah korban dibawa ke Puskesmas II Negara, Desa Pengambengan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian prosesnya menunggu keputusan dari keluarga korban. Kemudian jenazah dibawa ke rumah duka.

Namun pihak keluarga memutuskan untuk mengubur korban di Pulau Madura, berdampingan dengan kakeknya, Misnawar, 52, yang juga tewas karena tenggelam. "Keluarga berencana melakukan proses pemakaman di daerah asal kakeknya," terangnya.

Perbekel Desa Pengambengan Kamaruzaman mengatakan, orang tua korban memang tercatat sebagai warga yang berdomisili di Desa Pengambengan. Orang tua korban tinggal di kos dan bekerja serabutan. Sedangkan kakeknya, warga asal Pulau Madura dan sudah dibaawa pulang untuk dimakamkan setelah kejadian di Madura. "Sudah koordinasi dengan pihak keluarga. Jenasah korban akan dibawa ke Madura dan dimakamkan disamping makam kakeknya," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Misnawar dan cucunya, Muhammad Bintang Rehaldi, terseret arus saat mandi di pantai, Jumat (1/9) sekitar pukul 15.30 WITA. Kejadian tepat di alur pintu keluar masuk pelabuhan perikanan Pengambengan.

Ketika Misnawar dan cucunya terseret arus dan tenggelam.  Korban Misnawar berhasil dievakuasi oleh beberapa saksi dan di naikkan ke sampan namun kondisi dalam keadaan lemas. Setelah dibawa ke Puskesmas Misnawar sudah dinyatakan meninggal. Sedangkan cucunya hilang hingga ditemukan dalam kondisi sudah meninggal tiga hari kemudian.***

 

Editor : M.Ridwan
#bocah tenggekam #pantai pengambengan #jembrana #bocah #terseret arus #ditemukan meninggal