NEGARA,radarbali.id - Harapan warga pesisir pantai Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, mendapat penanganan abrasi akhirnya terwujud. Pemerintah pusat merencanakan pembangunan pengaman pantai pada tahun 2024 mendatang dengan anggaran hampir Rp 50 miliar.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Bina Teknik Sumberdaya Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muhammad Rizal, saat mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke kantor Bupati Jembrana, Jumat (8/9).
Dalam kesempatan itu disebutkan bahwa pantai di Bali memiliki tingkat kerawanan abrasi. Kondisi di pantai Jembrana dengan panjang pantai 87,173 kilometer sepanjang 21,86 kilometer abrasi dan garis pantai abrasi yang ditangani 8,93 kilometer. Sedangkan garis pantai yang belum ditangani 12,92 kilometer.
Akibat abrasi yang terjadi sebagian rumah warga dan akses jalan rusak diterjang gelombang. Seperti di pantai Pebuahan terjadi perubahan garis pantai antara tahun 20101-2020, mundur sekitar 60-80 meter, apabila tidak segera dilakukan penanganan maka abrasi akan semakin parah . "Penanganan swadaya oleh masyarakat belum mampu meredam energi gelombang," ungkapnya.
Karena itu, berdasarkan proposal usulan Bupati Jembrana nomon610/081/PUPRPKP/2022 pada 20 Januari 2022, sudah dianggarkan pekerjaan pembangunan pengaman pantai, khususnya Pantai Pebuahan. Pembangunan pengaman pantai ruas pangyangan - Pebuahan sepanjang 1,9 kilometer, 9,5 hektar rencana anggaran dari APBN sebesar Rp 48,3 miliar.
Konstruksi pengaman pantai dengan menggunakan revetment batu armor dan bangunan penunjang walkway menggunakan paving block.
Baca Juga: Penanganan Darurat Abrasi di Pesisir Banjar Nyuh Disorot Jadi Kumuh, Begini Penyebabnya
Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, rekaman pembangunan pengaman pantai Banjar Pebuahan ini memang sudah ditunggu oleh masyarakat, khususnya pesisir pantai Banjar Pebuahan. "Seperti yang kita dengar bersama tadi dari pusat, dipastikan bisa berjalan tahun 2024," tegasnya.
Meskipun sudah dipastikan anggaran pengaman pantai Banjar Pebuahan oleh kementerian, tetap akan dikawal oleh bupati. "Dari pusat sudah memastikan tahun 2024," tegasnya.
Wakil ketua komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras juga mengungkapkan akan mengawal usulan tersebut, sehingga pengerjaan pengaman pantai terlaksana pada tahun 2024 mendatang. "Kalau untuk abrasi pantai Pebuahan, sudah dialokasikan anggaran tahun 2024. Harapanya selesai sebelum Oktober 2024," tegasnya.
Baca Juga: Ketika Tanaman Penahan Abrasi Berbunga dan Menebar Pesona
Pihaknya memastikan bahwa anggaran pengamanan pantai menjadi anggaran prioritas dan harus dilaksanakan, apalagi semua persyaratan teknis sudah terpenuhi. ***
Editor : M.Ridwan