Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Proposal Bupati Tamba Tangani Abrasi Pebuahan Dibalas Realisasi

Rosihan Anwar • Sabtu, 9 September 2023 | 13:55 WIB

 

TUNGGU PENANGANAN: Suasana pantai Pebuahan sore hari, Jumat (8/9/2023 warga bertahan di tengah ancaman Abrasi. (M.Basir/Radar Bali)
TUNGGU PENANGANAN: Suasana pantai Pebuahan sore hari, Jumat (8/9/2023 warga bertahan di tengah ancaman Abrasi. (M.Basir/Radar Bali)

NEGARA, Radar Bali – Berulang kali pengecekan abrasi Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara dan usulan penanganan abrasi oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba, membuahkan hasil. Penanganan abrasi pantai Pebuahan, dipastikan terealisasi tahun 2024 mendatang.

KE PUSAT: Proposal penanganan abrasi pantai Pebuahan Jembrana.
KE PUSAT: Proposal penanganan abrasi pantai Pebuahan Jembrana.

Kepastian realisasi itu, disampaikan Direktur Bina Teknik Sumberdaya Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muhammad Rizal, saat kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke kantor Bupati Jembrana, Jumat (8/9/2023).

Sebelum menyampaikan kepastian realisasi penanganan abrasi, Perbekel Banyubiru I Komang Yuhartono, mengungkapkan sudah bisa tidur nyenyak dalam tiga hari terakhir. Karena sudah ada kabar akan adanya realisasi penanganan abrasi tahun depan.

“Tiga hari terakhir ini saya bisa tidur nyenyak, karena harapan warga Pebuahan mendapat penanganan abrasi terealisasi,” ungkapnya.

Bukan tanpa alasan, karena setiap tilem dan purnama, hal yang dikhawatirkan warga adalah gelombang tinggi.

“Kalau tilem dan purnama, setiap dua Minggu sekali, jam 1 malam saya dihubungi warga. Pak air laut naik, pak gelombang tinggi. Adanya kabar realisasi penanganan abrasi ini, tentunya kabar baik kami, khususnya Pebuahan Banyubiru. Suksma bupati,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Yuhartono selalu menyampaikan pesan kepada warga bahwa penanganan abrasi bukan kewenangan bupati, provinsi apalagi perbekel. Tetapi kewenangan pusat. Bupati hanya menyampaikan permohonan dan akhirnya, pusat membalas permohonan dengan realisasi.

Realiasasi penanganan abrasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bukan juga tanpa dasar. Ada sebuah surat atau proposal dari Pemerintah Kabupaten Jembrana, dalam hal ini bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Proposal usulan Bupati Jembrana nomor 610/081/PUPRPKP/2022 pada 20 Januari 2022. Proposal itulah yang dibalas pemerintah pusat dengan diwujudkan alokasi anggaran pekerjaan pembangunan pengaman pantai Pebuahan.

Muhammad Rizal mengungkapkan, Pembangunan pengaman pantai ruas Pangyangan – Pebuahan sepanjang 1,9 kilometer, 9,5 hektar rencana anggaran dari APBN sebesar Rp 48,3 miliar.

“Penanganan abrasi ini, untuk pantai Pebuahan sudah pasti tahun depan,” tegasnya.

Konstruksi pengaman pantai dengan menggunakan revetment batu armor dan bangunan penunjang walkway menggunakan paving block.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, rekaman pembangunan pengaman pantai Banjar Pebuahan ini memang sudah ditunggu oleh masyarakat, khususnya pesisir pantai Banjar Pebuahan.

“Seperti yang kita dengar bersama tadi dari pusat, dipastikan bisa berjalan tahun 2024,” tegasnya.

Meskipun sudah dipastikan anggaran pengaman pantai Banjar Pebuahan oleh kementerian, tetap akan dikawal oleh bupati. “Dari pusat sudah memastikan tahun 2024,” tegasnya.

Wakil ketua komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras juga mengungkapkan akan mengawal usulan tersebut, sehingga pengerjaan pengaman pantai terlaksana pada tahun 2024 mendatang.

“Kalau untuk abrasi pantai Pebuahan, sudah dialokasikan anggaran tahun 2024. Harapanya selesai sebelum Oktober 2024,” tegasnya.

Pihaknya memastikan bahwa anggaran pengamanan pantai menjadi anggaran prioritas dan harus dilaksanakan, apalagi semua persyaratan teknis sudah terpenuhi. (bas)

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#pantai pebuahan #bupati jembrana i nengah tamba #abrasi