Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lapor Pak! Ada 17 Kasus Bunuh Diri di Jembrana Bali, Dua Kasus karena Motif Putus Cinta

Muhammad Basir • Sabtu, 23 September 2023 | 03:05 WIB
Ilustrasi bunuh diri.
Ilustrasi bunuh diri.

NEGARA- Kasus bunuh diri di Jembrana tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Selama sembilan bulan di tahun 2023 ini, tercatat ada 17 kasus laporan bunuh diri.

Kasus bunuh diri sebagian besar dengan cara gantung diri. Dan motif karena penyakit menahun. Menariknya, dari jumlah kasus tersebut dua kasus karena motif cinta.

Bersamaan data dari Polres Jembrana, kasus bunuh diri di wilayah Jembrana pada tahun 2022 lalu sebanyak 12 kasus. Sedangkan tahun 2023 ini hingga bulan September sudah terjadi 17 kasus, naik 5 kasus dari tahun lalu dalam sembilan bulan terakhir.

Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Androyuan Elim mengungkapkan, kasus bunuh diri yang terjadi di wilayah Jembrana sebagian besar dengan cara gantung diri. Dimana dari 17 kasus bunuh diri, 14 kasus gantung diri dan 3 kasus di antaranya karena minum racun. "Kasus bunuh diri yang mendominasi gantung diri," ujarnya.

Sedangkan motif bunuh diri, sebagian besar disebabkan penyakit menahun yang tidak kunjung sembuh dan usianya sudah tua. Kemudian karena masalah ekonomi dan karena putus cinta. Salah satunya terjadi di Kecamatan Mendoyo, salah seorang warga bunuh diri karena sempat mengaku ditipu salah satu kenalan prianya.

Elim menyebut, kasus bunuh diri karena cinta menjadi perhatian serius, karena dari segi usia rata-rata masih muda.

Dari kasus yang ada, sudah ada 2 kasus bunuh diri yang motifnya karena putus cinta dengan usia yang masih muda.

Anak muda yang putus cinta lalu memilih mengakhiri hidup dengan bunuh diri ini, diduga karena masalah mental atau psikologi. Anak muda yang bunuh diri karena putus cinta tertutup dengan lingkungan sekitar, baik teman dan keluarga. "Karena tertutup, enggan menceritakan masalahnya pada orang lain dan memilih bunuh diri," ungkapnya.

Kasus bunuh diri di Jembrana ini harus menjadi perhatian semua pihak. Terutama keluarga sebagai orang terdekat untuk selalu komunikasi, selalu menjaga dan mengingatkan keluarganya yang tertimpa masalah. "Intinya jangan abai, cuek dengan keluarganya yang mengalami masalah. Berikan pemahaman dan solusi dari masalahnya," terangnya. (*)

Editor : Donny Tabelak
#lapor pak #bunuh diri #putus cinta #polres jembrana #gantung diri