NEGARA- Jembatan penghubung dua banjar di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya dengan Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, sudah genap 12 bulan rusak parah disebakan banjir bandang.
Sayap jembatan yang putus total dan landasan miring ditargetkan perbaikan pada tahun 2024 mendatang.
Jembatan tersebut merupakan akses warga Banjar Munduk Ranti, Desa Tukadaya dengan Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru. Jembatan putus karena diterjang banjir pada bulan Oktober 2022 lalu.
Sebelum banjir terjadi, awalnya hanya pada bagian sayap jembatan yang tergerus, karena berulangkali diterjang banjir. Sayap jembatan putus dan landasan jembatan miring. "Sudah setahun jembatan rusak," kata Suardika, salah satu warga Banjar Munduk Ranti.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman I Wayan Sudiarta mengatakan, jembatan yang rusak karena banjir tahun 2022 lalu itu sudah dianggarkan untuk pembangunan ulang. "Tahun depan, 2024 sudah dianggarkan untuk bangun jembatan," ungkapnya.
Anggaran pembangunan jembatan diusulkan melalui anggaran bantuan keuangan khusus (BKK) Provinsi Bali tahun 2024. Diperkirakan pembangunan jembatan membutuhkan anggaran sekitar Rp 6 miliar, karena jembatan harus dibangun ulang. "Sudah kami usulkan melalui BKK Provinsi," tegasnya. (*)
Editor : Donny Tabelak