NEGARA, Radar Bali.id - Seleksi seleksi pengisian jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Jembrana, sudah selesai pada bulan Juli lalu.
Jadwal pelantikan sudah ditentukan 8 Agustus, namun jadwal pelantikan molor. Bahkan hingga saat ini masih belum ada kepastian jadwal pelantikan yang tertunda.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jembrana Siluh Ktut Natalis Semaradani mengatakan, tertundanya pelantikan hasil seleksi Kaban kesbangpol Jembrana, disebabkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) belum keluar.
"Kami sudah sampaikan permohonan rekomendasi, tapi belum keluar," ujarnya.
Karena rekomendasi dari KASN mengenai hasil seleksi tersebut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba belum menentukan pilihan dari tiga besar kandidat yang sudah mengikuti seleksi.
"Kalau nanti sudah ada rekomendasi dari KASN, bupati tinggal memilih dan langsung dijadwalkan pelantikan," terangnya.
Pada saat seleksi sudah ada tiga kandidat yang mengikuti dan hasilnya diumumkan. Dari rangkaian seleksi, hasil tertinggi diperoleh Sekretaris Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Gusti Agung Kade Oka Diputra, dengan hasil akhir 79,54 poin, disusul Ida Bagus Ketut Budi Aryana dengan hasil 76,66 poin.
Kemudian I Ketut Armita memperoleh 74,37 poin dan Anak Agung Bagus Prabawa Putra mendapat nilai akhir 65,43 poin.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba sebelumnya menyampaikan bahwa pilihan untuk menjadi Kaban kesbangpol Jembrana yang mendapat nilai tertinggi.
Karena dari rangkaian seleksi yang dilakukan memang untuk mencari yang terbaik, sehingga siapapun hasil seleksi nilainya Tertinggi akan dipilih.
Selama pejabat definitif Kaban Kesbangpol Jembrana belum ada, sementara diisi oleh pelaksana tugas (Plt), yakni mantan Kepala Badan Kesbangpol sebelumnya I Ketut Eko Susilo Artha Permana yang saat ini menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jembrana.[*]
Editor : Hari Puspita