NEGARA, Radar Bali.id - Bendungan Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya mengalami penurunan volume air drastis. Bendungan yang biasnya terlihat penuh genangan air menyusut drastis hingga terlihat sebagian dasar dari waduk bendungan. Padahal saat air penuh, bendungan menjadi salah satu destinasi wisata.
Berdasakan data, Bendungan Palasari yang dibangun selama tiga tahun, tepatnya April 19886 hingga Mei 1989, memiliki tinggi 38,80 meter.
Panjang puncak bendungan 350 meter, luas genangan waduk 100 hektare, volume air waduk 8 juta meter kubik dan luas daerah irigasi 1300 hektar.
Bendungan mengalami penurunan volume air sejak sekitar dua bulan lalu dan mengalami penurunan drastis sejak kemarau terjadi.
Dampaknya, bendungan yang menjadi destinasi wisata ini terlihat kering dengan air yang menggenang di waduk terlihat sedikit.
Dampak lain pasa pertanian di sekitarnya mengalami krisis air. Sebanyak tiga subak di Desa Ekasari sementara tidak menanam.
"Bendungan mengalami penyusutan air. Sekarang tinggal menunggu hujan saja untuk menanam," ujar Kepala Bidang Pertanian I Komang Ngurah Arya Kusuma.
Kondisi bendungan yang saat ini sudah diisi air lagi agar tetap diatas limit air bendungan. Jika di bawah limit atau tidak ada air sama sekali, bisa merusak bendungan. "Sudah ada pengisian air bendungan agar tidak di bawah limit," terangnya.
Menurunnya volume air bendungan ini, salah satu dampak dari kemarau dan fenomena elnino. "Berapa meter kubik turunnya volume, pihak pengelola yang paham dan pihak pekerjaan umum. Yang jelas, saat ini sudah mengalami penurunan volume yang berdampak pada irigasi air untuk subak," terangnya. [*]
Editor : Hari Puspita