Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Buntut Kasus Penjeratan Satwa Dilindungi di TNBB Jembrana:Patroli Digiatkan, Pemasang Jerat Masih Gentayangan

Muhammad Basir • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 20:05 WIB
BERJAGA KELILING : Patroli pengawasan TNBB untuk melindungi satwa dari pemburu liar.
BERJAGA KELILING : Patroli pengawasan TNBB untuk melindungi satwa dari pemburu liar.

Patroli kawasan hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) untuk mencari jerat satwa terus digencarkan. Area pengawasan juga diperluas lagi. Tapi, pelaku penjeratan rusa belum tertangkap.

TAK mudah memang menangkap pelaku. Hingga Jumat (6/10/2023)  belum ditemukan jerat dan jejak pelaku yang memasang jerat hingga menyebabkan rusak mati.

Patroli spesifik untuk mencari jerat pad hari ketiga kemarin, masih belum menemukan adanya jerat satwa lain. Namun patroli tetap dilakukan dan area patroli diperluas.

"Belum ada temuan jerat lain di dalam kawasan hutan TNBB," ujar Kepala Balai TNBB Agus Ngurah Krisna Kepakisan, Jumat (6/10/2023).

Selain mencari jerat satwa yang masih terpasang, pihaknya juga melakukan penelusuran jejak orang yang memasang jerat. "Patroli masih kami tingkatkan areanya. Setiap harinya memperluas area patroli," ujarnya.

Agus menambahkan, pihaknya juga melakukan penyelidikan kasus kematian rusak yang ditemukan dengan luka jerat pada kakinya.

Pihaknya masih berusaha mengungkap pelaku pemasang jerat dan akan diproses hukum. "Masih kami selidiki pemasang jeratnya," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Perburuan liar satwa dilindungi dalam kawasan hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) kembali terjadi. Terbaru, seekor rusa timor atau menjangan tersebut ditemukan warga di pinggir hutan kawasan TNBB wilayah Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Selasa (3/10/2023) malam. Mirisnya, rusa ditemukan dengan kondisi tali sling masih mengikat kaki rusa hingga membuatnya luka. Setelah sempat mendapat perawatan Rusa Timor mati.

Pada saat ditemukan, rusa timor (Rusa timorensis ) ini masih hidup. Tetapi karena kondisi kaki luka, tidak bisa berjalan dan duduk di pinggir hutan dekat jalan nasional. Luka - luka yang dialami Rusa Timor sudah membusuk.

Penyebab luka yang dialami rusa atau menjangan dari tali sling yang digunakan untuk jerat. Karena pada kaki rusa masih ada tali sling yang mengikat.

Luka pada rusa timor diantaranya kaki kanan depan dan belakang bekas kena jerat. Sehingga langsung dilakukan evakuasi ke kantor TNBB, Cekik, Gilimanuk. Penanganan medis sempat dilakukan oleh tim dokter dari yayasan jaringan Satwa Indonesia (JSI) pada luka - luka yang dialami rusa timor.

Namun sayangnya, rusa itu akhirnya tidak bisa diselamatkan. Rusa Timor mati dalam kandang transit di kantor TNBB, Cekik, Selasa malam. Padahal rencananya setelah Rusa Timor sembuh dari lukanya, akan dilepasliarkan ke dalam kawasan hutan. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#Rusa timor #jembrana #TNBB