Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Upaya Pencarian Pemburu Satwa Dilindungi : Jerat Rusa Timor Masih Ditemukan di Hutan TNBB Jembrana

Muhammad Basir • Kamis, 12 Oktober 2023 | 19:05 WIB
PEMBURU MASIH GENTAYANGAN : Tim patroli temukan jerat satwa di dalam kawasan hutan TNBB.(istimewa)
PEMBURU MASIH GENTAYANGAN : Tim patroli temukan jerat satwa di dalam kawasan hutan TNBB.(istimewa)

Patroli jerat satwa di dalam kawasan hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) akhirnya membuahkan hasil. Petugas patroli menemukan jerat satwa dekat pantai yang diduga untuk menjerat satwa jenis ayam dan biawak, namun tetap berbahaya bagi mamalia seperti rusa. Pemburunya belum tertangkap.

DITUTURKAN Kepala Balai TNBB , Agus Ngurah Krisna Kepakisan, patroli spesifik untuk mencari jerat satwa beberapa hari ini sejak ditemukan Cervus timorensis  ini  dalam kondisi  terjerat. Petugas sudah menemukan jerat satwa.

Patroli oleh Seksi Pengelolaan TNBB Wilayah I Jembrana, menemukan jerat dekat pantai dekat jalur sumber air untuk satwa. "Jerat yang ditemukan, mungkin untuk ayam atau biawak," ujarnya.

Meskipun jerat yang ditemukan jenis jerat berbahan tali nilon, tetap membahayakan bagi satwa lain seperti rusa dan mamalia lain. Apalagi di kawasan hutan TNBB, dilarang melakukan perburuan jenis satwa apapun dengan cara apapun. "Tetap berbahaya dan memang dilarang," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Pengelolaan TNBB Wilayah I Jembrana Ali Purwanto menjelaskan, sejak ditemukan Rusa Timor dengan luka jerat tali sling, patroli kawasan hutan ditingkatkan dan zona diperluas. "Patroli jerat kita fokuskan pada area yang berpotensi di datangi satwa, seperti kubangan air yang jadi tempat untuk satwa mencari air," jelasnya.

Akhirnya, menemukan satu jerat satwa yang diduga baru dipasang. Beruntung saat ditemukan  belum ada satwa yang terjerat tali yang diduga untuk menjerat satwa seperti burung, ayam dan biawak.

Pihaknya juga akan terus melakukan patroli di dalam kawasan hutan untuk mencegah terjadinya perburuan satwa di dalam kawasan hutan TNBB. Apabila ditemukan, maka akan dilakukan penindakan tegas sesuai ketentuan

Diberitakan sebelumnya, Perburuan liar satwa dilindungi dalam kawasan hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) kembali terjadi.

 Terbaru, seekor rusa timor atau menjangan ditemukan warga di pinggir hutan kawasan TNBB wilayah Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Selasa (3/10/2023) malam.

Mirisnya, rusa ditemukan dengan kondisi tali sling masih mengikat kaki rusa hingga membuatnya luka. Setelah sempat mendapat perawatan rusa timor mati.

Pada saat ditemukan, rusa timor masih hidup. Tetapi karena kondisi kaki luka, tidak bisa berjalan dan duduk di pinggir hutan dekat jalan nasional. Luka - luka yang dialami Rusa Timor sudah membusuk.

Penyebab luka yang dialami rusa timor dari tali sling yang digunakan untuk jerat. Karena pada kaki Rusa Timor masih ada tali sling yang mengikat.

 Luka pada menjangan  di antaranya kaki kanan depan dan belakang bekas kena jerat. Sehingga langsung dilakukan evakuasi ke kantor TNBB, Cekik, Gilimanuk. Penanganan medis sempat dilakukan oleh tim dokter dari yayasan Jaringan Satwa Indonesia (JSI) pada luka - luka yang dialami rusa timor.

Namun sayangnya, rusa timor tidak bisa diselamatkan. Rusa Timor mati dalam kandang transit di kantor TNBB, Cekik, Selasa malam. Padahal rencananya setelah Rusa Timor sembuh dari lukanya, akan dilepasliarkan ke dalam kawasan hutan. [*]

Editor : Hari Puspita
#Rusa timor #satwa liar #TNBB