Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Warga Sekitar Bendungan Benel, Jembrana, Kini juga Sudah Krisis Air Bersih

Muhammad Basir • Selasa, 31 Oktober 2023 | 17:30 WIB
BERBAGI AIR BERSIH : Distribusi air bersih di Banjar Benel Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. (foto: polres jembrana)
BERBAGI AIR BERSIH : Distribusi air bersih di Banjar Benel Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. (foto: polres jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id - Krisis air bersih dampak kemarau dan El Nino masih meluas. Ironisnya, warga yang berada dekat dengan bendungan juga mengalami krisis air bersih. Seperti yang dialami warga dekat Bendungan Benel, Banjar Benel, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.

Distribusi bantuan air bersih kepada warga Banjar Benel terus mengalir, seperti yang dilakukan Polres Jembrana, Senin (30/10/2023).

Polres Jembrana untuk membantu masyarakat dalam mengatasi krisis air bersih dengan Armored Water Cannon yang didistibukan langsung ke tempat penampungan air warga.

Sebanyak 6000 liter air bersih disalurkan kepada warga sekitar 100 kepala keluarga yang terdampak krisis air bersih.  "Warga mengalami kekurangan air bersih akibat kemarau panjang yang menyebabkan debit air di penampungan kecil," ujar Kasat Samapta Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta.

Sektretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, krisis air bersih yang terjadi di Banjar Benel, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, sudah terjadi sejak kemarau.

"Warga Benel sebelumya menggunakan air bersih dari sumber mata air melalui pipa langsung ke bak penampungan, karena kemarau ini debit air menurun dan ada kendala pipa juga," ungkapnya.

Sebelum distribusi air bersih oleh kepolisian, pihaknya juga sudah mendistribusikan air bersih kepada warga melalui bak penampungan air.

Namun distribusi air untuk warga Benel masih dalam evaluasi, karena air yang distribusikan sekitar 5000 liber habis dalam sehari. Khawatirnya air bersih justru digunakan untuk menyiram tanama, padahal air bersih yang didistribusikan khusus untuk kebutuhan sehari hari warga.

Agus menambahkan sejak krisis air terjadi bulan Agustus lalu, hingga kemarin jumlah air bersih yang distribusikan sebanyak 391.900 liter, jumlah terdampak sebanyak 1896 KK dengan jumlah jiwa 7.584 jiwa.

Jumlah tersebut, tersebar di delapan desa di empat kecamatan dengan jumlah lokasi 18 titik lokasi.

Distribusi air bersih tersebut, berbeda dengan jumlah distribusi air bersih yang disalurkan oleh Polres Jembrana dan instansi lain.

Sehingga jumlah total yang sudah distribusikan bisa lebih banyak dari jumlah yang sudah terdata BPBD Jembrana.

 "Air bersih yang didistribusikan dari PDAM, tetapi yang mendistribusikan dari mobil tanki air instansi yang mendistribusikan," tandanya. [*]

Editor : Hari Puspita
#krisis air #jembrana #kemarau