Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Alamak! Ternyata Harga Cabai Rawit di Jembrana Bali Saat Ini lebih Pedas, Apa Penyebabnya?

Muhammad Basir • Kamis, 9 November 2023 | 00:50 WIB
Pedagang cabai di pasar relokasi Pasar Umum Negara. Saat ini, pedagang mengaku harga cabai lebih pedas alias naik.
Pedagang cabai di pasar relokasi Pasar Umum Negara. Saat ini, pedagang mengaku harga cabai lebih pedas alias naik.

NEGARA- Harga cabai rawit saat ini menyentuh harga Rp 80 ribu  per kilogram (Kg) di tingkat penjual eceran. Sedangkan di pasar berkisar antara Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu per Kg.

Naiknya harga cabai ini, karena stok yang sedikit sedangkan permintaan masih tinggi. "Sudah mahal cabai sekarang. Harganya lebih pedas dari cabainya," kata Ketut Suardika, salah satu warga Jembrana yang juga pedagang makanan.

Salah satu pedagang Pasar Umum Negara di pasar relokasi mengatakan, pedagang menjual harga cabai kecil Rp 75 ribu per Kg karena harga beli Rp 70 ribu.

Sebelumnya, harga beli Rp 58 ribu, harga jual Rp 60 ribu. "Karena harga mahal, pembeli hanya bisa membeli sedikit. Saat harga murah beli banyak," ujar Muliada.

Cabai yang dijual berasal dari wilayah Jawa, karena cabai dari Bali tidak ada karena tanaman cabai kering karena kemarau. "Sudah seminggu ini naik cabai kecil," ujarnya.

Selain cabai yang naik, bawang merah juga ikut naik dari harga Rp 13 ribu per kilogram, saat ini sudah naik Rp 20 ribu. Begitu juga dengan harga tomat awalnya Rp 3000, saat ini sudah naik Rp 5000.

Naiknya harga cabai ini, dipengaruhi cuaca yang saat ini terjadi. Kemarau membuat petani gagal panen dan belum menanam lagi, sehingga produksi juga berkurang. "Naiknya harga ini karena pengaruh cuaca kemarau," ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Jembrana I Komang Agus Adinata. ***

Editor : Donny Tabelak
#petani gagal panen #pasar negara #cabai rawit #harga cabai naik