NEGARA, Radar Bali.id - Awal musim hujan ini distribusi air bersih bagi warga yang mengalami krisis air bersih, masih dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana.
Namun dari segi jumlah, sudah jauh berkurang dari sebelumnya. Intensitas distribusi air berkurang drastis.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, distribusi air bersih untuk warga yang mengalami krisis air bersih masih tetap berlanjut. Mengingat, hujan saat ini masih belum merata dan debit air belum semua tinggi. "Masih tetap distribusi air," ujarnya.
Namun demikian, intensitas distribusi air sudah jauh berkurang dari sebelumnya. Biasanya sehari bisa 4-6 kali distribusi air dengan tangki kapasitas 5000 liter, sejak sepekan terkahir sudah berkurang hanya sekali dalam dua hari. Seperti distribusi air bersih di Banjar Sekarkejula, Desa Yehembang Kauh, Mendoyo, Kamis lalu.
Seiring dengan menurunnya intensitas distribusi air ini, pihaknya melakukan evaluasi tempat penampungan air yang disediakan BPBD Jembrana. Apabila memang nantinya ketersediaan air sudah normal, pihaknya akan mengambil lagi tempat penampungan air.
"Kita evaluasi dan tunggu situasi dulu. Kalau sudah tidak ada masyarakat membutuhkan tempat penampungan, maka akan kami ambil, " imbuhnya.
Agus menambahkan, distribusi air sejak kekeringan terjadi empat bulan terakhir mencapai setengah juta liter lebih, tepatnya 519, 900 liter air bersih. Jumlah ini belum termasuk jumlah air yang distribusikan kepolisian dan instansi lain yang didistribusikan langsung ke masyarakat. [*]
Editor : Hari Puspita