Radar Bali.id - Partai Golkar sudah menentukan bursa calon bupati dan wakil bupati sembilan kabupaten dan kota di Bali ang akan diusung pada pemilu 2024. Diantaranya, Calon Bupati dan Wakil Bupati Jembrana sebanyak empat orang kader yang akan diusung.
Empat kader Partai Golkar Jembrana tersebut, di antaranya Wakil Bupati Jembrana I Gede Patriana Krisna, Wakil Ketua I DPRD Jembrana I Wayan Suardika, Sekretaris DPD II Partai Golkar Jembrana I Nyoman Birawan dan Ketua DPD II Partai Golkar Jembrana I Made Suardana.
Kader partai beringin yang diusung ini, kompak menjawab diplomatis. Yakni, pasrah dan tunduk dengan keputusan dari partai yang menugaskan untuk menjadi kandidat calon bupati dan wakil bupati Jembrana pada pemilu 2024 mendatang.
Seperti diungkapkan I Gede Ngurah Patriana Krisna, yang mengaku tunduk dengan perintah Partai Golkar, apapun penugasan yang dimandatkan nanti.
"Saya kader partai, jadi tunduk dengan perintah partai saja," ungkapnya.
Menurunnya, karena saat ini masih menjadi wakil bupati Jembrana mendampingi Bupati Jembrana I Nengah Tamba, lebih fokus menjalankan tugas sebagai wakil bupati hingga masa jabatan berakhir.
"Mengalir saja, kalau partai mengusung sebagai calon bupati dan wakil bupati akan menjalankan. Sekarang fokus dulu menjalankan amanah sebagai wakil bupati," tegasnya.
Senada diungkapkan I Wayan Suardika, politisi Partai Golkar yang saat ini menjadi wakil ketua I DPRD Jembrana ini mengaku tunduk dengan perintah partai.
"Apa pun tugas partai saya jalankan. Menyerahkan sepenuhnya pada partai dan tentunya restu dari masyarakat, kalau nantinya menjadi calon bupati atau wakil bupati Jembrana," ungkapnya.
Namun saat ini, salah satu DPRD Jembrana yang bergelar doktor ini akan fokus dulu pada pemilihan legislatif. Mengingat saat ini kembali maju sebagai calon anggota DPRD Jembrana daerah pemilihan Mendoyo.
Sementara itu, Sekretaris DPD II Partai Golkar Jembrana I Nyoman Birawan mengatakan, usulan empat calon bupati atau wakil bupati yang diusung merupakan hasil dari usulan kader Partai Golkar Jembrana, kemudian usulan disampikan ke DPD Partai Golkar provinsi Bali dan DPP Partai Golkar.
Menurutnya, mengenai namanya yang masuk dalam bursa calon bupati dan wakil bupati Jembrana, tetap akan tunduk dengan perintah partai.
Dan, tentunya melihat elektabilitas sebagai calon bupati dan wakil bupati Jembrana. "Siap apapun posisinya jika partai menugaskan," tegasnya.
Ketua DPD Partai Golkar Jembrana I Made Suardana mengatakan, namanya memang masuk dalam bursa calon bupati dan wakil bupati Jembrana.
Karena sudah masuk bursa, tetap akan mengikuti mekanisme partai dan tunduk dengan perintah partai. "Saya ikut perintah partai dan mekanisme partai," ungkapnya.
Sebelum melangkah lebih jauh untuk persiapan pemilihan bupati dan wakil bupati Jembrana, harus lebih dulu memenangkan Partai Golkar pada pemilih legislatif pada pemilu serentak bulan Februari 2024 mendatang. [*]
Editor : Hari Puspita