Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Hilirisasi Kakao, Jembrana Punya Pabrik Cokelat Sendiri

Muhammad Basir • Selasa, 5 Desember 2023 | 20:27 WIB
Cokelat produksi factory sharing Jembrana
Cokelat produksi factory sharing Jembrana

NEGARA, Radar Bali - Kakao salah satu produk pertanian dan perkebunan Jembrana yang sudah dikenal sebagai produk ekspor unggulan. Coklat hasil produksi dari biji kakao, memiliki nilai ekonomi tinggi di negara -negara yang mengimport biji kalau Jembrana.

Peluang inilah yang membuat pemerintah pusat membuat pabrik cokelat yang disebut factory sharing di Jembrana. Dengan pembuatan pabrik cokelat dari hasil produksi kakao petani Jembrana, maka akan menguntungkan bagi petani, karena sudah ada tempat untuk menjual kakao tentunya dengan harga yang menguntungkan petani.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, factory sharing produksi pengolahan biji kalau menjadi cokelat ini, dibangun atas kerjasama sejumlah kementerian diantaranya kementerian pertanian dan kementerian koperasi. "Di Indonesia hanya ada tiga factory sharing, namun hanya yang di Jembrana berjalan dengan baik dan sudah siap dioperasikan," ungkapnya, usai pengecekan pembangunan pabrik dan uji coba pengolahan cokelat, Selasa (5/12).

Factory sharing pembuatan cokelat ini, berada di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara.  Rencananya akan diresmikan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki, pertengahan bulan Desember ini.

Tujuan dari pembangunan factory sharing ini, bagian dari hilirisasi dari produksi kakao petani Jembrana. Selama ini, petani sudah banyak menghasilkan kakao berkualitas, terbentuk juga kelompok -kelompok petani kakao Jembrana. "Hasil kakao Jembrana sudah dikenal sebagai produk ekspor," ungkapnya.

Namun pembeli kakao Jembrana untuk diekspor, membeli biji kakao kering langsung ke petani dan kelompok. Dengan berdirinya factory sharing ini, maka pembeli cokelat Jembrana tidak langsung ke petani, tetapi ke factory sharing. Karena petani sudah menjual ke koperasi yang ada di factory sharing untuk diolah. "Seluruh produk biji coklat koperasi dibawa ke kita (factory sharing," ungkapnya.

Sebelum persemian factory sharing, Bupati Jembrana sudah membocorkan nama yang akan mencari brand cokelat Jembrana. Namanya, coklat bagian Jembrana, disingkat Cobana. Segmen pasar Cobana untuk kalangan anak muda. Produk lain diberi nama coklat pak Ngak dengan jenis coklat dark cokelat.

Produksi cokelat factory sharing ini, akan dipamerkan dalam pameran UMKM Jembrana akhir tahun. Rencana lain untuk mengenalkan produksi coklat Jembrana dengan menggelar dan mengisi event tertentu di Jembrana. "Masyakarat Jembrana, anak muda Jembrana harus bangga dengan pruduk coklat Jembrana," terangnya.

Bupati Jembrana memohon dukungan masyarakat Jembrana terhadap produk cokelat Jembrana.  "Mohon dukungan masyarakat Jembrana cokelat ini produk kebanggaan masyarakat Jembrana yang diproduksi dari hasil petani Jembrana dan dibuat sendiri oleh warga Jembrana," tandasnya. (bas)

Editor : Rosihan Anwar
#bupati jembrana #bupati tamba #ekonomi #Biji Kakao