NEGARA, radarbali.id - Pembangunan dermaga Dermaga Movable Bridge (MB) lV di Pelabuhan Gilimanuk diujicoba, Minggu (10/12) petang lalu. Kapal motor penumpang (KMP) Jantra II, menjadi kapal pertama yang bersandar di dermaga yang sebelumnya dermaga ponton.
KMP Jantra merupakan kapal milik PT. ASDP Indonesia Ferry. Kapal ini berkapasitas besar yang melayani penyeberangan Ketapang - Lembar dan untuk kapal bantuan lintas Ketapang - Gilimanuk. Kapal ini pernah melayani penyeberangan lintas Ketapang - Gilimanuk pada saat arus mudik 2022 untuk mengurangi antrean yang panjang.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Syamsudin mengatakan, uji coba dermaga MB IV dengan KMP Jantra II, merupakan uji coba pertama setelah pembangunan dermaga selesai. KMP Jantra II digunakan untuk uji coba dermaga, karena akan digunakan untuk persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.
Pada saat uji coba KMP Jatra II yang memuat 2 unit kendaraan roda empat dan pejalan kaki sandar dengan sempurna di Dermaga IV Pelabuhan Gilimanuk. "Proses uji coba sandar kapal berhasil dilakukan dengan lancar," ujarnya.
Syamsudin mengungkapkan, uji coba untuk memastikan bahwa kapal-kapal perbantuan dari lintasan Ketapang-Lembar yang berkapasitas besar, bisa beroperasi di Dermaga IV Pelabuhan Gilimanuk dengan baik dan lancar.
Sehingga, dengan adanya dermaga baru ini kapal-kapal perbantuan dari lintasan Ketapang-Lembar untuk membantu mengurai kepadatan saat terjadinya kepadatan dapat beroperasi di Dermaga IV Pelabuhan Gilimanuk.
Selain KMP Jantra II, masih akan dilakukan uji coba lagi dengan dua kapal lain. Uji coba berikutnya dengan KMP Trimas Laila dan KMP Marisa Nusantara. "Uji coba ini nantinya akan dilakukan berikutnya, jadwal menyusul," ungkapnya.
Syamsudin menjelaskan, dermaga MB IV di Pelabuhan Gilimanuk sebagai pengganti dermaga ponton yang sebelumnya hanya untuk kapal berkapasitas kecil. Dermaga MB IV, bisa digunakan kapal 2000 GT, kapasitas muat yang awalnya 10 ton menjadi 35 ton.
Selain kapasitas kapal yang besar, dermaga dari 24 meter menjadi 75 meter dan lebar dari 25 meter menjadi 75 meter. Sehingga pada saat angkutan Nataru dan mudik lebaran, bisa mengurai antrean kendaraan. ***
Editor : M.Ridwan