Perketat Zona, Desa Wisata Blimbingsari Bersih dari Baliho Kampanye Liar, Berikut Ini Alasannya

Muhammad Basir • Dipublikasikan Jumat, 15 Desember 2023 | 19:05 WIB
BERSIH : Salah satu sudut jalan raya di Desa Blimbingsari yang bersih dari sampah dan APK politik. [m.basir/radar bali]
BERSIH : Salah satu sudut jalan raya di Desa Blimbingsari yang bersih dari sampah dan APK politik. [m.basir/radar bali]

NEGARA, Radar Bali.id - Desa Blimbingsari, salah satu desa wisata Jembrana yang sudah dikenal oleh wisatawan dalam dan luar negeri. Desa yang berada di Kecamatan Melaya, Jembrana, tidak hanya menawarkan wisata religi tetapi juga desa yang bersih dan asri.

Bahkan alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu 2024, tidak banyak terlihat di sekitar desa. Hanya ada tiga lokasi di desa yang diizinkan memasang APK.

Pantauan di desa yang bersebelahan dengan hutan di bawah pengelolaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Barat, terlihat APK yang berjejer di pintu masuk desa.

Setelah melalui APK yang berjejer di pintu masuk desa, sepanjang jalan dan persimpangan jalan bersih dari APK partai politik maupun calon anggota dewan.

Setiap persimpangan jalan dan depan rumah warga juga tidak ada AP terpasang. Sepanjang jalan juga bersih dari sampah jenis apapun di jalan dan pinggir jalan. Bahkan rumput di pinggir jalan rapi dan pagar tanaman di depan rumah warga juga tertata rapi.

Perbekel Desa Blimbingsari I Made John Ronny mengatakan, warganya sudah sadar dengan kebersihan lingkungan dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Pengelolan sampah di masyakarat dikelola Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Selain itu, dalam menjaga kebersihan desa menerapkan gotong royong rutin di waktu tertentu untuk membersihkan lingkungan di desa. "Kebersihan kami jadwalkan rutin gotong royong," ungkapnya.

Mengenai APK jelang pemilu serentak 2024, pihak desa hanya menentukan tiga lokasi yang dijadikan zona APK. Pihaknya menentukan zona APK hanya tiga desa agar partai atau calon tidak sembarangan memasang APK di jalan dan depan rumah warga. "Penentuan zona ini didukung oleh masyarakat, karena demi kebersihan lingkungan," ungkapnya.

Meskipun pemasang APK sudah mengikuti zona pemasangan, John mengakui pemasang masih belum memasang APK berupa baliho atau spanduk belum rapi. Bahkan pemasang APK tidak ada yang menyampaikan pemberitahuan ke desa. "Memang sudah dipasang di zona, tapi pemasangan masih semrawut," ungkapnya.

Mengenai pemasangan APK yang masih belum rapi, pihaknya akan meminta pada penyelenggara dan pemasang untuk menata kembali APK. Mengingat Desa Blimbingsari merupakan desa wisata. Diharapkan partai atau calon pemasang APK memperhatikan etika dan estetika. "Karena kita adalah desa wisata sehingga harus selalu bersih dan rapi," terangnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
desa wisata apk kampanye baliho