NEGARA, Radar Bali.id - Rencana pembangunan pelabuhan pusat perikanan Bali bertaraf internasional di Pengambengan, Kecamatan Negara, yang dianggarkan sebesar Rp 891 miliar hingga saat ini masih belum dimulai. Namun Bupati Jembrana I Nengah Tamba memastikan tetap dilanjutkan tahun 2024 ini.
Menurut Bupati, pembangunan pelabuhan perikanan bertaraf internasional tersebut sudah dianggarkan dan persiapkan untuk mulai pembangunan, termasuk proses analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
"Pasti lanjut pembangunannya, tinggal tunggu waktu saja memulai pembangunan," tegasnya.
Kepastian tersebut disampaikan, karena bupati sering komunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam komunikasinya, pihak kementerian sudah memastikan mengenai rencana pembangunan tetap lanjut. Kabarnya, kata bupati, paling lambat pada bulan April mendatang sudah dimulai pembangunan.
Pembangunan pelabuhan perikanan tersebut, salah satu dukungan dari pemerintah pusat untuk Jembrana, sehingga ke depan sektor perikanan di Jembrana meningkat dari segi kualitas dan kuantitasnya. Muaranya, bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jembrana.
Dari sisi pendapatan ke daerah, tentunya juga akan meningkat. Karena dari jenis ikan hasil tangkapan tidak hanya jenis tertentu seperti selama ini yang didominasi lemuru, tetapi juga ikan lain seperti tuna dan ikan ekspor lainnya.
Pembangunan mega proyek dianggarkan sebesar Rp 891 miliar merupakan mega proyek Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pelabuhan perikanan yang baru, mampu menyerap hingga 55.000 tenaga kerja. Produksi ikan yang awalnya hanya 12 ribu ton akan meningkat mencapai 80 ribu ton dengan nilai produksi Rp 3,2 triliun. [*]
Editor : Hari Puspita