Duh, Masih Awal Tahun, di Jembrana Sudah Enam Kasus DBD, Ini Tindakannya

Muhammad Basir • Dipublikasikan Sabtu, 13 Januari 2024 | 21:20 WIB
LANGSUNG FOGGING : Fogging di daerah yang berkasus DBD di Jembrana. (Diskes Jembrana)
LANGSUNG FOGGING : Fogging di daerah yang berkasus DBD di Jembrana. (Diskes Jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id - Kasus demam berdarah dengue (DBD), menurun drastis dibandingkan tahun 2023 lalu.

Kasus DBD hingga Jumat (12/1/2024) ada  6 kasus hingga pertengahan bulan Januari ini. Namun Dinas Kesehatan tetap mengimbau masyakarat untuk waspada, mengingat musim hujan masih terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jembrana I Gede Ambara Putra mengatakan, kasus DBD di Jembrana sementara mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu pada bulan Januari hingga 70 kasus. "Kalau dari angka kasus, ada tren menurun," ungkapnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kasus DBD ini menurun, diantaranya faktor iklim. Saat ini meskipun sudah memasuki musim hujan, masih sering terjadi panas sehingga potensi nyamuk berkembang biak minim. "Karena DBD ini erat kaitannya dengan iklim, jika sering hujan dan banyak tempat nyamuk berkembang biak maka kasus DBD akan meningkat,", jelasnya.

Selain itu, faktor kasus di daerah lain juga berpengaruh, terutama daerah Denpasar. Karena menurutnya, banyak warga Jembrana yang bekerja maupun sekolah di Denpasar dan Badung, ketika sakit dengan gejala DBD pulang ke kampung halamannya maka akan membawa juga virus yang ditularkan dari gigitan nyamuk.

"Namun terpenting dalam mencegah DBD, lanjutan, dengan melaksanakan pola hidup sehat dan bersih," ujarnya.

Dalam upaya pencegahan DBD, penanganan dengan pengasapan atau fogging juga perlu dilakukan. Fogging dilakukan tidak hanya di daerah yang terdapat kasus DBD, tetapi juga daerah endemik yang memiliki kasus DBD tinggi di tahun sebelumnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
dbd jembrana demam berdarah