NEGARA, Radar Bali.id - Bebrspanhari terakhir ini angin kencang sering terjadi dan menyebabkan pohon tumbang, terutama pohon perindang jalan. Karan itu, pohon perindang jalan yang sudah kondisinya mati akan segera ditebang sebelum menimpa pengguna jalan.
Pohon pending jalan yang mati dan butuh segera pemangkasan di Jalan Denpasar - Gilimanuk, jumlahnya tidak sedikit.
Puluhan bahkan ratusan pohon yang harus dipangkas dan dipotong. Seperti di Desa Tukadaya dan Desa Kaliakah, sejumlah pohon perindang jalan sudah lama mati dan kering sehingga membahayakan pengguna jalan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, sejak sepekan terkahir sedirinya ada tiga laporkan dan penanganan pohon yang tumbang, dua diantaranya pohon perindang jalan. "Karena angin yang kencang dan kondisi pohon yang rapuh meningkatkan risiko pohon tumbang," terangnya.
Karena itu, mulai hari ini (22/1), pihaknya akan melakukan pendataan dan penandaan ulang pohon perindang jalan yang harus ditebang atau dipangkas.
Dari data terakhir bulan Oktober 2023 lalu, ada sekitar 300 pohon yang perlu penanganan, baik yang perlu ditebang dan dipangkas. "Setelah kami data ditandai, segera dieksekusi," tegasnya. [*]
Editor : Hari Puspita