Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cek Fakta! Nyaris Tinggal Kenangan, Separuh Monumen Perjuangan Pebuahan Jembrana Tergerus Abrasi

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 8 Februari 2024 | 06:14 WIB

 

TERGERUS: Tonggak pelabuahn pebuahanJembrana yang nyaris ambrol digerus abrasi.
TERGERUS: Tonggak pelabuahn pebuahanJembrana yang nyaris ambrol digerus abrasi.

NEGARA, radarbali.id - Kerasnya abrasi Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, sudah mengikis sebagian tugu monumen sejarah yang ada di pesisir pantai.

Apabila tidak segera ditangani, maka tugu yang dijadikan sebagai tanda tempat bersejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia ini akan hancur seperti bangunan rumah warga yang lebih dulu hancur karena abrasi.

Pantauan di lokasi, tonggak sejarah Pantai Pebuahan, berada di antara rumah rumah warga yang sudah hancur.

Lokasinya sebelum abrasi berada jauh dari pantai, tetapi saat ini garis pantai sudah ada tepat di tugu. Bahkan sebagian di bawah tugu sudah tergerus, sehingga pondasi pagar menggantung.

Menurut sejumlah warga, jarak tugu monumen dengan pantai sebelum abrasi sekitar 100 meter.

Namun seiring abrasi pantai yang semakin parah, saat ini sudah mengikis bagian bawah tugu. Bahkan rumah warga yang ada di sekitarnya sudah hancur.

Bangunan tonggak bersejarah yang dibangun pemerintah kabupaten Jembrana tersebut, salah satu dari belasan bangunan berupa tugu untuk menandakan bahwa di tempat itu pernah terjadi peristiwa bersejarah.

Khusus tonggak sejarah yang ada di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru dibangun untuk mengenang Peristiwa Perang Laut Pendaratan pertama Pasukan Markadi tanggal 4 April 1946.

Bangunan monumen maupun tonggak bersejarah yang ada di Jembrana, merupakan kewenangan dari Dinas Sosial Jembrana.

"Kalau monumen atau tugu yang ada tidak ada perawatan khusus, hanya pembersihan dan perbaikan jika ada kerusakan," ungkap Kepala Dinas Sosial Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata.

Mengenai kondisi bangunan tugu tonggak bersejarah di Pantai Pebuahan, pihaknya sudah mengetahui kondisinya yang tergerus abrasi pantai.

Namun, pihaknya tidak akan melakukan perbaikan atau pemindahan ke tempat lain yang jauh dari pantai karena akan ada pembangunan senderan.

Dengan pembangunan senderan pantai, maka nantinya bangunan tonggak bersejarah yang ada juga bisa terjaga dari ancaman abrasi.

"Karena sudah ada program pasti pembangunan senderan, jadi kami nunggu pembangunan senderan saja," ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Jembrana I Nengah Tamba memastikan pembangunan senderan pantai Pebuahan yang terdampak abrasi pada tahun anggaran 2024 ini.

 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 24 miliar dengan panjang pantai yang akan dibangun senderan sekitar 1 kilometer.

Harapannya pembangunan senderan dilakukan multi years, sehingga seluruh pantai yang tergerus abrasi bisa dibangun senderan pengaman pantai.

Realisasi pembangunan senderan tesebut, merupakan usulan  Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang mengirim proposal usulan Bupati Jembrana nomor 610/081/PUPRPKP/2022 pada 20 Januari 2022.

Proposal itulah yang dibalas pemerintah pusat dengan diwujudkan alokasi anggaran pekerjaan pembangunan pengaman pantai Pebuahan tahun 2024.***

 

 

Editor : M.Ridwan
#pantai pebuahan #abrasi #perjuangan #monumen