NEGARA, Radar Bali - Pondok Pesantren (Ponpes) Syamsul Ma'arif, Banjar Pangkung Dedari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, menggelar khitan masal, cek kesehatan dan pengobatan gratis dalam rangkaian peringatan Isra Miraj, Jumat (16/2). Seratus lebih orang datang untuk mengikuti tes kesehatan dan pengobatan gratis ini.
Kegiatan tersebut merupakan kerjasama Ponpes Syamsul Ma'arif dengan tenaga kesehatan dari komunitas sosial bernama Ayo Belajar Manfaat ( ABM) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar, Kota Malang, Jawa Timur.
Peringatan Isra Miraj, diisi dengan khitan gratis, pengecekan dan pengobatan gratis ini, sebagai misi sosial Ponpes Syamsul Ma'arif di tengah masyarakat. "Sebagai lembaga pendidikan, kami ingin bermanfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat sekitar," ujar Pimpinan Pondok Pesantren Syamsul Ma'arif Dr. I Wayan Sritama, S.PD.I M.Pd. I.
Sebagai ponpes yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jama'ah Nahdatul Ulama (NU), tidak hanya menjadi lembaga pendidikan yang mencerdaskan santri dengan ilmu agama pengetahuan umum dan penguatan keimanan. Tetapi juga memberikan manfaat sosial pada masyarakat dalam bentuk apapun, seperti saat ini khitan masal, cek kesehatan dan pengobatan gratis. "Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain," ujarnya mengutip Hadits Rasulullah diriwayatkan Ath Thabari.
Karena itu, Ponpes Syamsul Ma'arif yang baru empat tahun berdiri ini, pada peringatan Isra Miraj ini mengusung tema kajian kesehatan, yakni "Hidup Sehat Ibadah Semangat". Dalam pelaksanan tema ini, digelar khitan masal, cek kesehatan dan pengobatan gratis. "Dengan hidup sehat, maka dalam menjalani ibadah juga semangat," ujarnya.
Pendiri sekaligus pengasuh Ponpes yang sudah malang melintang sebagai pendidik ini, memiliki jaringan di Kota Malang, tempatnya menimba ilmu dari pendirian sarjana hingga doktoralnya. Sehingga, menggandeng ABM Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar, Kota Malang, Jawa Timur.
Sebanyak 40 tenaga kesehatan dari komunitas sosial yang sebagian besar dari RSUD dr. Saiful Anwar, Kota Malang, Jawa Timur, terlibat dalam kegiatan sosial ini. Khusus spesialis bedah menangani khitan massal gratis yang diikuti enam orang anak.
Sementara untuk pengecekan kesehatan dan pengobatan gratis, untuk masyarakat umum sekitar Ponpes. Tidak hanya bagi umat muslim, tetapi juga umat lain, karena menurutnya dalam hal kebaikan tidak perlu memandang agama, suku dan golongan. "Berbuat baik tidak hanya memandang apa agama dan sukunya. Karena Islam sebagai Rahmat seluruh alam," ungkapnya.
Dalam praktik pendidikan di Ponpes, santri tidak hanya diajarkan ilmu agama, tetapi juga berwirusaha. Ilmu agama ini, sebagai bekal landasan dalam menjalankan kehidupan sehari -hari. " Pondok mengajarkan kemandirian ekonomi, jadi setelah terjun ke mayarakat, mandiri secara ekonomi berlandaskan iman," tegasnya. (ADV/bas)
Editor : Rosihan Anwar