NEGARA, Radar Bali.id - Pembangunan pengaman pantai atau senderan Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, sudah mulai tender. Tender oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini, ditargetkan selesai pada bulan Maret sehingga pada bulan April sudah mulai pembangunan.
Tender yang mulai diumumkan 20 Februari lalu itu, dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Satuan Kerja Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Bali Penida.
Nilai pagu dan HPS paket sebesar Rp 23.515.000.000 atau Rp 23,5 miliar. Karena pengumuman tender baru dibuka, belum ada peserta lelang yang mendaftar.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana Gede Sugianta mengatakan, pengerjaan pengaman pantai di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, mulai dikerjakan pertengahan bulan April mendatang.
"Sekarang baru proses tender. Dalam sebelum ini jika tender selesai, maka target pengerjaan pertengahan bulan April bisa terlaksana," jelasnya, Jumat (23/2).
Dalam proses pembangunan pengaman pantai ini, terpenting adalah persetujuan dari masyakarat.
Sehingga, pelaksanaan pembangunan tender bisa berjalan, serta pada saat pelaksanaan nanti mendapat dukungan dari masyarakat agar pengerjaan bisa selesai tepat waktu. "Masyarakat sangat mendukung pembangunan senderan ini," ungkapnya.
Pengumuman tender pembangunan pengaman pantai Pebuahan ini, disambut baik warga. Dengan tender yang sudah diumumkan, menandakan keseriusan pemerintah membangun senderan pantai.
"Selama ini karena hanya sosialisasi, kami masih belum yakin. Tetapi kalau sudah ada tender, artinya memang serius," ungkap Hariyanto.
Keraguan warga ini, bukan tanpa alasan, dari informasi awal nilai pembangunan sebesar Rp 50 miliar, ternyata pada saat sosialiasi terkhir turun hanya Rp 25 miliar, dengan rincian Rp 1,5 miliar untuk supervisi dan anggaran sebesar Rp 23,5 miliar untuk pengerjaan fisik. "Kalau sekarang sudah yakin, tidak meragukan lagi," tegasnya.
Setelah pembangunan senderan pengaman pantai ini, warga tidak hanya merasa aman dari abrasi dan gempuran ombak. Tetapi perekonomian masyarakat melalui usaha kuliner yang selama ini terancam abrasi bisa bangkit lagi. "Kalau sudah ada senderan kami yakin bisa bangkit, bahkan lebih maju lagi," terangnya.
Sebelumnya pada saat sosialisasi, Kasi Pelaksana Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida I Wayan Suteja, saat sosialiasi pembangunan senderan pantai di pesisir pantai Pebuahan, Selasa (13/2/2024).
Dijelaskan, anggaran total untuk pembangunan senderan pantai sebesar Rp 25 miliar, termasuk supervisi sebesar Rp 1,5 miliar, sisanya sebanyak Rp 23,5 miliar untuk pembangunan fisik revetmen dengan batu armor .
Selain senderan pantai untuk pengaman, terdapat juga walk way yang berfungsi sebagai batas. Walk way yang dibangun sepanjang senderan yang dibangun juga bisa digunakan sebagai joging track dan manfaat lainnya.
Suteja menambahkan, senderan yang dibangun nantinya akan mengikuti batas darat yang saat ini terdampak abrasi. Karena dalam pembangunan senderan harus memperhatikan kondisi aman bekerja membangun senderan dan kekuatan senderan. Pembangunan senderan juga tetap memperhatikan estetika.
Senderan yang estetik salah satunya bentuk senderan. Senderan pantai dengan panjang sekitar 750 meter ini, tidak lurus tetapi tidak juga terlalu banyaknya titik yang berbelok menjorok ke darat atau ke laut. [*]
Editor : Hari Puspita