Setiap upacara atau persembahyangan hari raya umat Hindu di Jembrana, tidak asing lagi kehadiran Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU). Saling menjaga saat hari ray aini sudah menjadi tradisi.
SUASANA kerukunan itu seperti terlihat di Hari Raya Galungan, Rabu (28/2/2024), Banser bersama pecalang, berbagi tugas menjaga proses persembahyangan di Pura Puseh Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.
Tiga orang berseragam Banser berada di luar pura, tepatnya di jalan untuk mengatur lalu lintas dan membantu parkiran kendaran warga yang akan sembahyang di pura dan akan pulang sembahyang.
Sedangkan untuk petugas pecalang berjaga di dalam pura fokus sembayang sembari menjalankan tugasnya.
Kehadiran Banser setiap hari Raya Galungan di Pura ini, membantu meringankan tugas pecalang yang juga menjalankan persembahyangan.
"Tadi sempat ada pecalang sebentar. Biar pecalang fokus sembahyang di dalam pura, pengaturan jalan kita yang jaga," kata Muhammad Syaiful Mujab, Pimpinan Ranting Banser NU Ranting Desa Banyubiru.
Membantu umat Hindu yang akan sembahyang di pura merupakan rutinitas setiap upacara hari besar keagamaan, Galungan, Kuningan dan Nyepi. "Ini komitmen kami sebagai warga NU untuk menjaga toleransi, saling menghargai dan menghormati semua umat beragama. Demi kerukunan antar umat," ungkapnya.
Dengan upaya merawat toleransi beragama dengan cara ini, diharapkan bisa menjaga kerukunan antar umat beragama di Jembrana. "Kami menjunjung tinggi kerukunan, saling menghormati antar umat beragama," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita