Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gegara Cuaca Ekstrem, Laut Pasang Dua Hari, Daratan Tergerus Lima Meter, Ini Abrasi di Pebuahan, Jembrana

Muhammad Basir • Minggu, 17 Maret 2024 | 01:30 WIB
TERUS DIGERUS OMBAK : Cuaca buruk menyebabkan abrasi semakin parah. (foto: m.basir/radar bali)
TERUS DIGERUS OMBAK : Cuaca buruk menyebabkan abrasi semakin parah. (foto: m.basir/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Gelombang tinggi di tengah cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir ini, membuat abrasi pantai semakin parah.

Bahkan gelombang tinggi dalam dua hari terakhir,  mengikis sekitar 5 meter daratan di wilayah yang memiliki risiko tinggi abrasi.

Seperti di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Abrasi pantai semakin parah dalam saat terjadinya air laut pasang disertai gelombang tinggi.

Di beberapa titik, terjadi pengikisan daratan hingga 5 meter. "Ada yang kurang dari 4 meter, tapi rata-rata tergerus banyak saat gelombang tinggi ini," ujar Hariyanto, warga terdampak abrasi.

Abrasi pantai yang terjadi ini, setiap pasang air laut dan gelombang tinggi yang terjadi di bulan purnama dan tilem.

Baca Juga: Cek Fakta! Nyaris Tinggal Kenangan, Separuh Monumen Perjuangan Pebuahan Jembrana Tergerus Abrasi

Setiap bulan, pasti terjadi abrasi pantai hingga beberapa meter. Hingga saat ini, sudah puluhan rumah hilang dan ratusan kepala keluarga pindah ke tempat lebih aman.

Penanganan abrasi pantai Pebuahan, sudah dipastikan ditangani tahun ini dengan anggaran Rp 23,5 Miliar. 

Panjang senderan yang akan dibangun dengan anggaran tersebut sekitar 750 meter lebih. Saat ini masih proses tender dan target dikerjakan pertengahan bulan April mendatang. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#abrasi #jembrana #cuaca ekstrem