NEGARA,radarbali.id - Harga gabah di tengah musim panen raya ini mulai berangsur turun. Selain itu, dampak dari cuaca buruk membuat kualitas gabah kurang bagus. Menurunnya harga gabah ini, membuat harga beras juga turun.
Ketua Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Jembrana I Putu Sentana mengatakan, saat ini harga gabah di Jembrana sudah mulai turun.
Pabrik menerima gabah dengan harga gabah kering sawah dari petani Jembrana Rp 5.700 per kilogram.
Baca Juga: Nekat Curi Dompet di Jok Mobil, Hari Budiono Diamuk Massa, Begini Motifnya Baca Juga: Kriminalitas Jalanan! Penusukan Pengendara Motor Terekam Kamera HP, Saling Umpat dengan Bahasa Bali, Viral!
"Harga gabah sudah mulai turun dibandingkan sebulan sebelumnya," ujarnya.
Penurunan harga gabah sekitar 15 hari terakhir ini, karena sudah mulai panen raya sehingga mempengaruhi harga gabah. "Harga ini dipengaruhi pasar. Karena panen banyak," ujarnya.
Selain pengaruh dari musim panen raya, kualitas gabah menurun.
Baca Juga: Kader PDIP Tabanan Ramai-Ramai Ambil Formulir Penjaringan Calon Kepala Daerah, Ada Ketua PAC
Banyak lahan pertanian yang rusak karena cuaca, diantaranya padi rebah sehingga gabah terendam air.
"Kualitas menurun, karena gabah rusak. Pengaruh sekali dengan harga," terangnya.
Harga beras medium jauh turun, beras medium dari pabrik perkilogram Rp 12 ribu. Sedangkan sebelumnya menyentuh diangkat hingg Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu. "Harga beras juga jauh turun," terangnya.***
Editor : M.Ridwan