NEGARA, Radar Bali.id - Tonggak sejarah berupa tugu monumen di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, akhirnya ambruk akibat abrasi.
Tugu yang berada di pinggir pantai itu hancur seperti rumah - rumah warga yang berada di sekitarnya.
Tugu yang dijadikan sebagai tonggak sejarah di Pantai Pebuahan, dibangun untuk mengenang Peristiwa Perang Laut Pendaratan pertama pasukan Kapten Markadi tanggal 4 April 1946.
Tugu ini sebagai tanda bahwa tempat ini berkaitan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia pada masa agresi militer penjajah 78 tahun lalu.
Namun kondisinya saat ini sudah tidak bentuk, bagian atas tugu hancur dengan pondasi yang sudah miring mengarah ke laut. Padahal, beberapa hari lalu, tugu masih berdiri tegak. "Waktu ombak besar purnama itu hancur, " kata salah seorang warga Banjar Pebuahan.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba menegaskan, bahwa tugu monumen perjuangan yang hancur tersebut dibangun lagi setelah pembangunan senderan pantai selesai. "Nanti akan kami bangun lagi monumen yang rusak," tegasnya.
Pembangunan tugu perjuangan pengganti, setelah pembangunan senderan selesai, karena harus menentukan lokasi yang lebih strategis dan aman agar tidak rusak lagi. [*]
Editor : Hari Puspita