Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Awas! Bukan Hanya yang Dewasa, Kaum Remaja Rentan Tertular HIV /AIDS

Muhammad Basir • Selasa, 25 Juni 2024 | 03:05 WIB
ilustrasi HIV/AIDS-JawaPos.com
ilustrasi HIV/AIDS-JawaPos.com

 

NEGARA, Radar Bali.id - Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Jembrana selama lima bulan terakhir terdapat 36 kasus baru.

Mirisnya, sebanyak tiga orang merupakan usia sekolah yang diduga tertular akibat pergaulan bebas atau seks bebas. Karena dari penularannya karena hubungan seksual.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jembrana, sebanyak 36 kasus baru lima bulan terkahir tahun 2024 ini, terbanyak laki-laki 20 orang dan 16 orang perempuan.

Dari kelompok umur, antara 11-20 tahun 3 orang, umur 21-30 tahun 13 orang, umur 31-40 tahun 12 orang, umur 41- 50 tahun 3 orang dan di atas 50 tahun 4 orang.

Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jembrana I Gede Ambara Putra mengatakan, kasus baru positif HIV/AIDS ini berdasarkan hasil pemeriksaan rutin yang dilakukan dan tracking.

"Dari jumlah tersebut sudah ada tiga orang meninggal, sisanya masih pengobatan dan ARV," ujarnya.

Dari kasus positif HIV AIDS terbaru ini, orang dengan HIV Aids (ODHA) semakin muda dan diusia produktif yang semakin banyak. Pihaknya menyoroti kelompok umur 11-20 tahun sebanyak 3 orang positif HIV AIDS. Kelompok umur yang masih usia sekolah itu, sudah pasti bukan karena ditularkan orang tuanya.

Tetapi karena pergaulan bebas hingga melakukan hubungan seksual dengan ODHA. "Akibatnya tertular HIV juga," imbuhnya.

Pihaknya menyimpulkan penularan HIV Aids melalui hubungan seksual, karena dari empat cara penularan HIV Aids yang terjadi di Jembrana didominasi karena hubungan seksual yang mencapai 90 persen.

Hubungan seksual, terutama oleh kelompok umur 11-20 yang positif HIV/AIDS, diduga dilakukan saat masih usia sekolah. Karena Masa inkubasi paling cepat 2 atau 3 tahun, jadi kemungkinan saat masih SMP atau SMA sudah tertular.

Menurutnya, orang yang tertular sudah bisa diketahui tertular HIV/AIDS  enam bulan sejak tertular. Namun pada masa itu belum ada gejala yang dialami, sehingga kebanyakan diketahui setelah menjadi AIDS dengan gejala mudah sakit karena imun tubuh yang lemah dan berat badan terus menurun. "Kalau sudah Aids, harus rutin ARV dan berobat," ungkapnya.

Dengan fenomena HIV Aids yang sudah menyasar kelompok umur sekolah ini, perlu menjadi perhatian semua pihak. Terutama orang tua agar mengawasi pergaulan anaknya, agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas dan seks bebas yang berisiko.

"Kalau sudah tertular HIV Aids, hanya menunggu waktu saja untuk mati," ujarnya.

Selain orang tua, sekolah dan lingkungan juga harus berperan aktif mencegah penularan. Pihaknya, sudah sering melakukan upaya pencegahan dengan sosialisasi ke sekolah - sekolah agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas yang sangat berisiko.

Selain risiko berhadapan dengan hukum, risiko lebih parah yang bisa mengancam nyawa tertular HIV Aids.

Pihaknya juga mengkhawatirkan dari ODHA yang berniat "balas dendam". Artinya sengaja melakukan hubungan seksual secara bebas dengan siapa saja tanpa mengungkap kondisinya yanga udah tertular. Akibatnya, semakin banyak orang yang tertular. "Kalau memang sengaja menularkan, bisa dipidana" tegasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#virus #penyakit #hiv/adis