Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kebutuhan Pengaman Pantai Perlu Waktu Lama, Revetmen Abrasi di Pebuahan Ditarget Tuntas Tahun Depan

Muhammad Basir • Selasa, 9 Juli 2024 | 04:30 WIB
CEK LAPANGAN : Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat memantau pembangunan revetmen atau senderan pengaman pantai Pebuahan.(foto:pemkab jembrana)
CEK LAPANGAN : Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat memantau pembangunan revetmen atau senderan pengaman pantai Pebuahan.(foto:pemkab jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id - Pengerjaan pembanguan pengamanan pantai dengan revetmen di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, baru selesai sekitar 8 persen dari total panjang 770 meter yang akan dibangun.

Pembangunan revetmen ini, juga hanya sebagian kecil dari panjang pantai yang abrasi sekitar 2 kilometer lebih.

Sisa yang belum dibangun revetmen, sudah diusulkan lagi oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana kepada pemerintah pusat, sehingga sepanjang pantai yang abrasi bisa tuntas dibangun revetmen.

"Sisanya akan kita perjuangkan, saya sudah diskusi dengan pelaksana proyek di sini kira-kira lagi berapa butuh anggaran. Mudah-mudahan di tahun depan sudah bisa mendapat anggaran untuk menyelesaikan tempat ini,"  ujar Bupati Jembrana I Nengah Tamba, saat memantau pembanguan revetmen di Pantai Pebuahan, Sabtu (6/7/2024) lalu.

Menurutnya, pembangunan pengaman pantai ini sudah lama ditunggu masyarakat. Sepuluh tahun lebih abrasi terjadi dan membuat puluhan hingga ratusan bangunan hancur. Saat ini pemerintah pusat baru mengalokasikan anggaran Rp 18 miliar lebih untuk menangani 770 meter yang abrasi.

Bupati meminta masyarakat sekitar membantu kelancaran proyek senderan ini hingga selesai pad akhir Desember tahun ini. . "Saya berterima kasih kepada warga Pebuahan yang sangat kondusif membantu kelancaran pelaksanaan dari proyek ini," ujarnya.

Adipra, Koordinator lapangan dari pelaksanaan revetment Pantai Pebuahan mengatakan, saat ini pembangunan revetmen telah memasuki delapan persen.

Secara umum, tidak ada kendala, bahkan mendapat dukungan dari masyarakat selama proses pelaksanaan proyek ini. "Memang karena batu dikirim dari Karangasem jadi belum bisa maksimal," ujarnya.

Selain itu, pembanguan senderan pantai ini menyesuaikan dengan kondisi alam. Pengerjaan proyek disesuaikan dengan pasang surut air laut, sehingga nantinya revetmen dengan tenga kerja 20 orang dan empat alat berat diharapkan bisa selesai tepat waktu di bulan Desember nanti.

"Untuk cuaca saat ini sangat mendukung, memang ada waktu-waktu kita tidak bisa bekerja dalam satu hari, tapi kita bekerjanya fleksibel mengikuti pasang surut juga kadang malam kita bekerja," tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#pantai pebuahan #abrasi #jembrana