NEGARA, Radar Bali.id - Anggota Komisi V DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa, menjanjikan tetap mengawal pembangunan revetmen tahap berikutnya di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru.
Hal tersebut diungkapkan saat bertemu dengan warga Banjar Pebuahan, bersama Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Kamis (18/7/2024).
Kunjungan kerja anggota DPRD RI dari fraksi PKB tersebut, merupakan kesekian kalinya datang ke Jembrana, khusunya ke Pantai Pebuahan untuk melihat kondisi pantai yang terdampak abrasi. Kunjungan sebelumnya bersama rombongan komisi V bulan September 2023 lalu.
Dalam kesempatan itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, bahwa abrasi Pantai Pebuahan yang terjadi lebih 10 tahun mencapai 2 kilometer lebih. Namun tahun ini baru bisa ditangani dengan revetmen sekitar 770 meter. "Sisanya tahap berikutnya, tahun mendatang. Saya berharap komisi V DPR RI membantu mengawal hingga nantinya terealisasi lagi," ujarnya.
Selain berusaha memperjuangan sisa abrasi yang belum ditangani melalui legislatif, bupati juga melakukan upaya komunikasi dengan kementerian terkait agar seluruh panjang pantai yang terdampak abrasi bisa ditangani. "Kami tetap akan perjuangan agar semua garis pantai yang abrasi dibangun revetmen, tidak hanya di Pantai Pebuahan tetapi pantai lain di Jembrana," ungkapnya.
Sementara itu, Neng Eem Marhamah Zulfa, meskipun berstatus anggota DPRD RI dari fraksi yang mewakili daerah pemilihan Jawa Barat III, yang meliputi Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor, berkomitmen membantu masyarakat Jembrana dan Bupati Jembrana mengawal pembangunan senderan pantai Pebuahan.
"Kami akan bantu perjuangkan agar semua pantai yang abrasi ditangani," tegasnya. [*]
Editor : Hari Puspita