Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dalam 7 Bulan Terjadi 26 Kebakaran di Jembrana, Segini Kerugiannya

Muhammad Basir • Rabu, 31 Juli 2024 | 15:50 WIB

 

ilustrasi kebakaran-Jawa Pos.com
ilustrasi kebakaran-Jawa Pos.com

 

NEGARA, Radar Bali.id - Kebakaran bangunan dan lahan yang terjadi di Jembrana sejak Januari hingga Juli, sebanyak 26 kasus dengan nilai kerugian sebesar Rp 2,1 miliar.

Kerugian terbanyak kebakaran kandang ayam beserta bibit ayam sebanyak 12.000 ekor dengan nilai kerugian sekitar Rp 1,4 miliar.

Kepal Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Jembrana I Kadek Rita Budhi Atmaja menjelaskan, berdasarkan data peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah Jembrana selama 7 bulan terakhir, terjadi 26 kasus di beberapa lokasi.

”Kebakaran terjadi pada lahan, kendaraan, bangunan berupa rumah, gudang dan bangunan lainnya,” ujarnya.

Namun kebakaran terbanyak pada bangunan dan lahan. Dengan sejumlah sebab, diantaranya karena dupa, korsleting listrik dan puntung rokok untuk kebakaran lahan. Dari sejumlah kejadian tersebut, sebagian besar ditangani petugas damkar.

”Sebagian besar kita tangani. Namun ada juga sebagian yang ditangani oleh masyarakat seperti dengan menggunakan alat pemadam kebakaran (APAR),” jelasnya.

remaja menambahkan, pada musim kemarau saat ini potensi kebakaran berpotensi besar terjadi. Terlebih kemarau yang disertai angin kencang membuat percikan api mudah membesar, terutama lahan yang mudah terbakar.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat  tidak sembarangan saat membakar sampah atau lainnya di lahan yang rentan terbakar. "Saat ini potensi kebakaran lahan sangat tinggi, mengingat musim kemarau disertai angin," terangnya.

Masyarakat yang melakukan persembahyangan juga diimbau untuk waspada ketika menggunakan dupa. Jika tempat sembahyang dekat dengan bahan yang mudah terbakar, sebaiknya pastikan api dupa di rumah agar tidak menyala saat ditinggalkan dalam keadaan kosong.[*]

 

 

 

Editor : Hari Puspita
#kerugian #jembrana #kebakaran