Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Turun Hujan Lagi Seharian, di Jembrana Lumayan Pulihkan Lahan Pertanian

Muhammad Basir • Jumat, 2 Agustus 2024 | 01:20 WIB
TERGUYUR HUJAN SESAAT : Sawah di Kelurahan Baler Bale Agung yang sempat kekeringan, mulai basah karena hujan yang terjadi selama dua hari terakhir. (m.basir)
TERGUYUR HUJAN SESAAT : Sawah di Kelurahan Baler Bale Agung yang sempat kekeringan, mulai basah karena hujan yang terjadi selama dua hari terakhir. (m.basir)

NEGARA, Radar Bali.id - Hujan deras yang terjadi di seluruh Jembrana dua hari terakhir, membuat petani semringah. Meskipun hujan hanya sebentar, intensitas hujan yang tinggi membuat lahan pertanian yang sudah mengalami kekeringan dan terancam kekeringan mulai pulih.

Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Komang Ngurah Arya Kusuma menjelaskan, hujan deras yang merata terjadi di seluruh Jembrana mempengaruhi pertanian di Jembrana.

”Hujan deras meskipun sebentar sangat berpengaruh dengan pertanian, terutama padi,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan data terbaru lahan pertanian padi yang mengalami kekeringan seluas 471 hektare yang terancam keringan,  kekeringan rendah 62 hektar dan kekeringan sedang 5 hektar. ”Dengan terjadinya hujan ini, maka lahan pertanian yang terancam kekeringan sudah tidak terancam kekeringan lagi,” ungkapnya.

Lahan pertanian yang kekeringan intensitas ringan juga bisa berkurang. Apabila terjadi hujan lagi, dalam beberapa Minggu ke depan maka kekeringan yang terjadi di Jembrana tidak ada lagi.

Pertani juga tidak perlu menggunakan pompa air untuk mencukupi kebutuhan air untuk pengairan. "Penggunaan pompa air bisa dikurangi, tetapi tetap harus dilakukan antisipasi," tegasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#jembrana #kekeringan #kemarau