Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Astaga, Petani Nahas Ini Ditemukan Tewas Mengenaskan di Persawahan, Ini Dugaan Penyebabnya

Muhammad Basir • Jumat, 23 Agustus 2024 | 16:21 WIB
DITEMUKAN MENINGGAL : Korban yang ditemukan di sawah dibawa ke Puskesmas I Mendoyo. (foto: Polsek Mendoyo)
DITEMUKAN MENINGGAL : Korban yang ditemukan di sawah dibawa ke Puskesmas I Mendoyo. (foto: Polsek Mendoyo)

NEGARA, Radar Bali.id - Seorang petani, I Ketut Bagiada, 67, ditemukan meninggal dipwnayang sawahnya sendiri di Banjar Anyar Tembles, Dea Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Rabu (21/8/2024) malam.

Pensiunan guru yang berasal dari Kelurahan Tegalcangkring ini, diduga karena mengalami sesak nafas dan terjatuh dalam posisi telungkup di sawah.

Kapolsek Mendoyo Kompol I Dewa Gede Artana mengatakan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban Rabu (21/8/2024) sore sekitar pukul 15.00 Wita,   berangkat ke sawah di Subak Jagaraga Arahan Kuum Kapas, Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan.

 ”Korban hendak membersihkan rumput di pematang sawah,” ujarnya, Kamis (22/8/2024).

Menurut keterangan saksi, I Nyoman Miarsa, 53, sepupu korban yang juga berasa di sawah dekat sawah korban, sekitar pukul 13.30 Wita,  saat bersama korban membersihkan persawahan masing - masing masih ada di sawah. Kemudian sepupu korban berpamitan untuk memberi makan ternak sapi.

Kemudian saat saksi hendak pulang kembali lagi melintasi sawah sekitar pukul 18.00 Wita, sudah tidak melihat korban di sawahnya. Sehingga saksi langsung pulang. ”Saksi mengira sudah pulang,” ujarnya.

Namun hingga sekitar pukul 19.00 Wita korban tidak kunjung pulang, sehingga istri korban merasa cemas dan memberitahu sepupu korban I Ketut Gede Wiasa untuk mencari keberadaan korban.

Kemudian kedua sepupu korban melakukan pencarian di seputaran pantai di Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan. ”Mengingat korban senang memancing ikan di laut,” ujarnya.

Setelah dilakukan pencarian di sepanjang pantai tidak ditemukan, dilanjutkan mencari ke sawah milik korban. Kemudian sekitar pukul 15.15 Wita, I Ketut Gede Wiasa menemukan korban dalam posisi tengkurap di sawah.

Kepala korban menghadap utara, sementara kaki korban berada di sebelah selatan dan kaki kanan korban berada diatas pematang sawah, di sebelah kanan korban terdapat sebilah sabit yang tergelatak di pematang sawah.

 ”Saat korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Selanjutnya korban dibawa ke puskesmas I Mendoyo untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter jaga dan tim identifikasi polres Jembrana.

 ”Korban memiliki riwayat penyakit sesak nafas akut sudah bertahun-tahun. Pihak keluarga mengikhlaskan atas meninggalnya korban dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#jenazah #jembrana #temuan