Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cegah Kebakaran Hutan, Petugas Perketat Pantauan TNBB Jembrana

Muhammad Basir • Selasa, 15 Oktober 2024 | 23:05 WIB
RAWAN KEBAKARAN : Kawasan hutan Cekik yang gersang berpotensi terjadi kebakaran.(foto: m.basir/radar bali)
RAWAN KEBAKARAN : Kawasan hutan Cekik yang gersang berpotensi terjadi kebakaran.(foto: m.basir/radar bali)

 

NEGARA, Radar Bali.id - Musim kemarau tahun ini hampir terjadi di seluruh wilayah Bali tidak terkecuali kawasan hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) mengalami kekeringan selama musim kemarau, sehingga berpotensi terjadi kebakaran.

Sejumlah titik lokasi potensi terjadinya kebakaran sudah diantisipasi untuk mencegah kebakaran hutan.

Karena selama musim kemarau, kawasan hutan TNBB di sejumlah lokasi mengalami kekeringan. Seperti di wilayah hutan Cekik, yang dibelah Jalan Denpasar - Gilimanuk, kawasan hutan di wilayah TNBB dan KPH Bali Barat yang berada di pinggir jalan nasional gersang selama karena kemarau juga berpotensi terjadi kebakaran hutan.

Kepala Balai TNBB Prawono Meruanto mengatakan, sejumlah titik di wilayah kawasan hutan TNBB berpotensi terjadi kebakaran.

 Mulai dari kawasan hutan yang berdampingan dengan permukiman penduduk maupun pinggir jalan. ”Tapi kami antisipasi potensi kebakaran di seluruh kawasan TNBB,” ujarnya, Senin (14/10/2024).

Karena menurutnya, potensi kebakaran bisa terjadi dimana saja di seluruh kawasan hutan. Tercatat selama lima bulan terkahir, sudah terjadi empat kali kebakaran di dalam kawasan hutan TNBB. ”Kami sudah petakan lokasi potensi kebakaran untuk diantisipasi,” jelasnya.

Antisipasi terjadinya kebakaran di dalam kawasan hutan TNBB dengan meningkatkan patroli kawasan hutan, terutama di lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran berdasarkan kondisi hutan dan kejadian sebelumnya.

Di samping itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemadam kebakaran dari pemerintah kabupaten, baik Jembrana dan Buleleng. ”Kami siapkan juga sarana dan prasarana pemadam kebakaran yang kami miliki,” ungkapnya.

Karena kawasan hutan yang dikelola Balai TNBB  berdampingan dengan hutan produksi terbatas milik KPH Bali barat dan utara, pihaknya juga sudah berkoodinasi untuk bersama sama mengantisipasi kebakaran hutan.

”Kami juga sudah mengimbau masyarakat pinggir hutan atau yang beraktivitas di sekitar hutan untuk tidak membuang puntung rokok dan membakar sampah yang berpotensi menjadi kebakaran hutan,” tandasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#jembrana #TNBB #kekeringan #kemarau