Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Operasi Zebra Agung di Jembrana: Ini Jenis Pelanggaran yang Paling Sering Terjadi

Muhammad Basir • Kamis, 31 Oktober 2024 | 21:40 WIB

 

MASIH SELALU ADA PELANGGARAN : Sosialisasi Pemasangan helm oleh personel satlantas polres Jembrana saat operasi zebra Agung 2024. (Foto Satlantas Polres Jembrana)
MASIH SELALU ADA PELANGGARAN : Sosialisasi Pemasangan helm oleh personel satlantas polres Jembrana saat operasi zebra Agung 2024. (Foto Satlantas Polres Jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id - Pelanggaran lalu lintas selama operasi zebra agung 2024, didominasi oleh pengendara motor tanpa menggunakan helm.

 Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran pengendara akan keselamatan dalam berlalu lintas masih minim.

Dari data Satlantas Polres Jembrana, selama Operasi Zebra Agung 2024 yang berlangsung selama dua pekan ini, sebanyak 810 pengendara terjaring razia.

Tetapi tidak semua pengendara disanksi tilang, sebanyak 680 teguran dan yang ditilang 130 pelanggar.

Kasatlantas Polres Jembrana AKP Oktamawan Abrianto mengatakan, pelanggaran terbanyak dialkukan pengendara tanpa menggunakan helm sebanyak 80 kasus pelanggaran, berkendara melawan arus 26 kasus.

Sisanya, pengendara yang membawa muatan berlebih 20 kasus, tidak menggunakan sabuk pengaman 4 kasus dan masih di bawah umur 14 kasus. ”Dari segi umur menunjukkan sebagian besar pelanggar berusia di bawah 30 tahun,” jelasnya.

Dari operasi yang berfokus pada titik lokasi Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk, Jalan Ngurah Rai, Jalan Udayana, dan Jalan Hasanudin, pelanggaran terbanyak terjadi pada malam hari antara pukul 18.00 Wita hingga 24.00 Wita.

Dengan banyaknya pelanggaran pengendara ini, pihaknya ke depan akan meningkat upaya pencegahan pelanggaran dengan sosialisasi dan edukasi tentang keselamatan berlalu lintas, terutama di kalangan remaja.

”Pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara muda cukup tinggi. Untuk itu, kami akan meningkatkan upaya sosialisasi dan edukasi kepada mereka,” ujarnya.

Selain itu, operasi yang digelar ini juga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya keselamatan berlalu lintas semakin meningkat.

 Helm sebagai pelindung kepala, harus selalu dikenakan meskipun perjalanan jarak tempuhnya dekat untuk menghindari dampak fatal ketika terjadi kecelakaan lalu lintas. [*]

Editor : Hari Puspita
#razia #jembrana #lalu lintas #operasi