Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Senderan Pantai Pebuahan, Jembrana, Selesai, tapi 1,3 Kilometer Pantai Kritis Dihajar Abrasi

Muhammad Basir • Rabu, 1 Januari 2025 | 03:00 WIB
KELAR : Senderan pantai dengan revetmen yang sudah selesai di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.(m.basir/radar bali)
KELAR : Senderan pantai dengan revetmen yang sudah selesai di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.(m.basir/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Pembangunan senderan pantai atau revetmen pengaman pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara sudah selesai dikerjakan. Namun dari total 2,1 kilometer yang kritis karena abrasi, panjang revetmen 780 meter sehingga masih tersisa 1,3 kilometer yang kritis perlu segera dibangun revetmen pantai.

Pembanguan senderan pantai yang dianggarkan pemerintah pusat melalui APBN tahun 2024 sekitar Rp 23,5 miliar. Panjang pantai yang dibangun revetmen 780 meter, dilengkapi dengan paving block dan tangga khusus untuk aktivitas nelayan.

Pengerjaan sejak bulan April lalu, dikerjakan hingga bulan Desember ini. ”Pembangunan senderan sudah selesai seratus persen,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana Gede Sugianta.

Menurutnya, pembangunan fisik yang sudah selesai seratus persen pemasangan batu armor dan pemasangan paving block. Terkait dengan adanya aktivitas pekerja di sekitar senderan, hanya untuk perbaikan kecil sperti merapikan bagian tembok karena masih dalam tahap perawatan.

Senderan pantai yang sudah dibangun masih tanggungjawab dari pemenang proyek pembangunan untuk perawatan jika ada terjadi kerusakan pada bangunan senderan. ”Sekarang sampai setahun mendatang masih masih perawan,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya berharap warga tidak khawatir jika nantinya ada bagian dari senderan yang mengalami kerusakan karena diterjang ombak, karena akan langsung diperbaiki oleh pihak rekanan yang mengerjakan.

Akan tetapi dari kualitas pengerjaan yang sudah selesai, pihaknya optimis nantinya tidak akan ada kerusakan besar karena cuaca ekstrem.

Sugianta menambahkan, Pantai Pebuahan yang mengalami kritis karena abrasi sekitar 2,1 kilometer. Karena saat ini sementara hanya 780 kilometer yang dibangun senderan, tersisa sekitar  1,3 kilometer yang kritis karena abrasi. Kelanjutan pembangunan sisa pantai yang kritis sudah masuk dalam perencanaan tahun 2025 mendatang.

Sehingga pada APBN Perubahan 2025 sudah bisa dikerjakan sisa panjang lantai yang kritis. ”Tergantung anggaran juga, mungkin nanti akan bertahap pembangunan,” ungkapnya.

Selain Pantai Pebuahan, ruas pantai Rambutsiwi, Kecamatan Mendoyo, juga sudah masuk dalam perencanaan tahun 2025 mendatang. Panjang pantai yang kritis karena abrasi sekitar 1 kilometer. ”Usulan senderan untuk ruas pantai Rambutsiwi dan Pebuahan masing-masing 1 kilometer,” ujarnya.

Sedangkan senderan pantai di Desa Penyaringan dan Desa Pangyangan, sudah diusulkan oleh Perintah Provinsi Bali. Apabila semua titik pantai yang kritis ini secara bertahap dikurangi, maka sekitar 22 titik pantai yang kritis karena abrasi di Jembrana bisa ditangani. [*]

Editor : Hari Puspita
#jembrana #Negara #pebuahan #senderan