NEGARA, Radar Bali.id - Setelah dua pekan lebih Pelabuhan Lintas Ketapang - Gilimanuk padat dengan aktivitas lebaran yang berlibur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bali, pelabuhan penghubung Pulau Jawa dan Bali mulai normal hari ini (6/1/2025).
Aktivitas orang dan kendaraan yang menyeberang untuk libur Nataru, sudah berakhir kemarin (5/1/2025), seiring dengan libur sekolah yang sudah berakhir.
General manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Yani Andriyanto mengatakan, aktivitas penyeberangan Selat Bali, terutama untuk penyeberangan lintas Ketapang - Gilimanuk atau sebaliknya sudah mulai berangsur normal. ”Kalau yang masuk Bali, sudah jauh berkurang. Bahkan. Sudah mulai normal lagi,” ujarnya.
Saat ini, arus lalu lintas orang dan kendaraan yang keluar Bali sama sama padat, tetapi tetap terkendali. Wisatawan yang berlibur ke Bali pada saat libur Nataru, bertahap keluar Bali setelah tahun baru dan diprediksi hingga Minggu kemarin. ”Kalau sekarang banyak yang keluar Bali," ungkapnya.
Secara umum, lanjutnya, pada libur Nataru tahun 2024 ini lebih sedikit dibandingkan tahun 2023 lalu. Diperkirakan ada penurunan hingga 7 persen dibandingkan dengan tahun lalu, namun untuk data pasti masih dalam proses pendataan oleh tim data. ”Data lengkap komulatif belum, masih kami konsolidasikan,” tandasnya.
Manajer Usaha Pelabuhan Gilimanuk Ryan Dewangga menambahkan, aktivitas keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk memang masih pada terkendali. Arus kendaraan dan orang yang usai berlibur ke Bali, diprediksi keluar Bali terakhir Minggu kemarin. ”Karena besok (hari ini) sudah masuk sekolah, hari ini (Minggu) terakhir aktivitas wisatawan keluar Bali," ungkapnya.
Kendaran dan orang yang keluar Bali mulai hari ini kembali normal seperti sebelum libur Nataru. Dimana jumlah orang yang keluar maupun masuk Bali diangka belasan ribu orang setiap harinya. ”Besok ini sudah mulai normal pelabuhan," imbuhnya.
Berdasarkan data produksi harian cabang Ketapang, Sabtu (4/1/2025) selama 24 jam untuk pang yang keluar Bali sebanyak 25. 368 orang, kendaran roda dua 2.018 unit, roda empat 2.732 unit, bus 311 unit dan truk 1.546 unit. Total seluruh kendaraan sebanyak 6.607 unit.
Sedangkan yang masuk Bali sebanyak 26.512 orang, kendaraan total sebanyak 7.271 unit, didominasi roda empat kendaraan kecil 2.623 unit, roda dua 2.817 unit, truk 1.517 unit dan bus 314 unit. (bas)
Editor : Hari Puspita