Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cegah Risiko Kejadian Buruk Cuaca Ekstrem, BPTD Pelabuhan Gilimanuk Gelar Pengecekan Kapal dan Muatan

Muhammad Basir • Kamis, 23 Januari 2025 | 23:20 WIB
CUACA TAK MENENTU: Aktivitas kapal memuat kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk beberapa waktu lalu. (m.basir/radar bali)
CUACA TAK MENENTU: Aktivitas kapal memuat kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk beberapa waktu lalu. (m.basir/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di musim hujan ini. Nah, untuk itu Balai Pengelola Transportasi Darat  (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, yang mengelola pelabuhan penyeberangan dituntut pro aktif untuk mencegah risiko buruk penyeberangan.

BPTD Pelabuhan Gilimanuk meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan kapal yang akan berlayar di Selat Bali. Karena cuaca buruk yang terjadi berpotensi menyebabkan gangguan hingga kecelakaan laut pada kapal yang melayani penyeberangan pelabuhan.

Koordinator Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Kelas I Penyeberangan Gilimanuk I Made Ria Fran Dharma Yudha mengatakan, setiap saat pihaknya memantau informasi cuaca dari BMKG. Karena keselamatan penyeberangan, dipengaruhi oleh kondisi cuaca perairan.

”Kalau terjadi angin atau hujan, kami juga koordinasi dengan nahkoda untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi akibat cuaca,” ujarnya.

Selain mengenai kondisi cuaca, kapal yang melayani penyeberangan juga mendapat pengawasan. Pihak kantor unit penyelenggara pelabuhan kelas II Gilimanuk atau syahbandar, jika memang sudah sesuai SOP standar keamanan pelayaran diberikan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Muatan kapal juga menjadi faktor penting, muatan kapal ketika terjadi gelombang tinggi rawan roboh. Karna itu, lashing kapal ini diprioritaskan. Apalagi terjadi gelombang tinggi dengan dilashing, bisa meminimalisir risiko muatan roboh.

Karena lashing kapal merupakan  alat keselamatan untuk mengikat muatan di kapal agar tidak bergeser atau terlepas.

Menurutnya, penyeberangan lintas Gilimanuk - Ketapang dalam beberapa hari terakhir masih normal, meskipun kerap tejadi hujan deras dan angin.

Sampai saat ini masih normal, angin masih aman untuk penyeberangan dan hujan tidak membuat penyeberangan terganggu. ”Tapi kami tetap waspadai,” tegasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#jembrana #penyeberangan #cuaca ekstrem #pelabuhan gilimanuk