NEGARA, Radar Bali.id- Jalur tengkorak Jalan Denpasar - Gilimanuk, dalam sebulan pada bulan Januari mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tetapi, pada bulan Januari lalu dua orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, Satlantas Polres Jembrana berupaya meminimalisir kecelakaan di wilayah hukum Polres Jembrana.
Berdasarkan data Satlantas Polres Jembrana tercatat 40 kasus lakalantas pada Januari 2025, dibandingkan 44 kasus pada Desember 2024.
Dari total 40 kejadian Januari lalu, dua korban meninggal dunia, tanpa luka berat, 52 luka ringan, dan dua kasus tabrak lari. Serta kerugian materi mencapai Rp 141 juta.
Kasatlantas Polres Jembrana AKP Oktamawan Abrianto mengatakan, meskipun terjadi penurunan jumlah kasus kecelakaan awal tahun ini, pihaknya tetap meningkatkan upaya pencegahan untuk meminimalisir kecelakaan. ”Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas,” ujarnya.
Salah satu upaya yang dilakukan Satlantas Polres Jembrana meningkatkan patroli dan penindakan pelanggaran lalu lintas. Terutama di jalur utama yang rawan kecelakaan, Jalan Denpasar-Gilimanuk yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi dan Forum Lalu Lintas. Seperti pihak BPJN, karena kecelakaan yang terjadi di Jalan Denpasar - Gilimanuk salah satunya disebabkan oleh kerusakan sejumlah ruas jalan, terutama jalan yang berlubang.
Satlantas Polres Jembrana akan terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui berbagai upaya preventif dan represif. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga keselamatan di jalan raya.
”Tugas kami yang terutama untuk menyadarkan dan mengedukasi para pengguna jalan untuk selalu mentaati aturan berlaku lintas. Sebab faktor human error penyebab laka lantas juga tinggi,” tegasnya. [*]
Editor : Hari Puspita