Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tahun Ini Arus Mudik Diprediksi Naik 13 Persen, Puncak Diperkirakan Saat Pengerupukan

Muhammad Basir • Jumat, 21 Maret 2025 | 14:05 WIB
HARI NORMAL : Kondisi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana,  seusai ditutup karena cuaca buruk. (basir/radar bali)
HARI NORMAL : Kondisi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, seusai ditutup karena cuaca buruk. (basir/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Arus mudik lebaran melalui Pelabuhan Lintas Ketapang - Gilimanuk, diprediksi meningkat hingga 13 persen dari tahun lalu.

Arus mudik terjadi peningkatan drastis terjadi pada Minggu (23/3/2025) dan puncaknya pada Jumat (28/3/2025) atau sebelum penutupan operasional Pelabuhan Lintas Gilimanuk Ketapang hingga Minggu (30/3/2025).

Sehingga pemudik diimbau untuk mudik lebih awal, sehingga tidak terjebak antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Yani Andriyanto mengatakan, pada arus mudik lebaran tahun 2025 ini berbeda dengan tahun lalu. Dimana, pada saat arus mudik, bersamaan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga dilakukan penutupan operasional Pelabuhan Lintas Ketapang - Gilimanuk selama hampir tiga hari, mulai Jumat (28/3/2025) dan kembali dibuka Minggu (30/3/2025). ”Penutupan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk tidak berbarengan,” terangnya.

Penutupan layanan operasional angkutan penyeberangan dalam rangka perayaan hari Suci Nyepi. Pelabuhan Ketapang lebih dulu di tutup, mulai Jumat (28/3/2025) pukul 17.00 WIB, dibuka kembali Minggu (30/3/2025) pukul 06.00 WIB. Sedangkan di Pelabuhan Gilimanuk, penutupan pelayanan mulai Sabtu (29/3/2025) pukul 05.00 Wita hingga Minggu (30/3/2025) pukul 06.00 Wita.

Pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi, jika nantinya ada pemudik yang terjebak antrean hingga penutupan operasional belum menyeberang. Pihaknya menyediakan posko yang bisa dimanfaatkan untuk pemudik yang pada saat terlambat datang hingga penutupan pelabuhan. ”Posko memfasilitasi logistik maupun MCK selama penutupan operasional pelabuhan,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya akan memaksimalkan agar tidak ada pemudik yang tercecer belum menyeberang hingga pelabuhan ditutup sementara. Sehingga pada arus mudik ini, dengan armada sebanyak 54 kapal yang siap, setiap harinya dioperasikan saat normal 28 kapal hingga 32 kapal saat padat.

Kapal perbantuan juga sudah disiapkan sebanyak 2 unit kapal mulai Senin ( 24/3/2025 ). Yakni, KMP Munic I dan KMP Prima Kayla yang memiliki kapasitas di atas 1000 GT, lebih besar dari kapal yang biasa beroperasi di Lintas Ketapang Gilimanuk. Kedua kapal ini bisa membawa sekitar 80-100 unit mobil pribadi sekali menyeberangkan pengguna jasa. Dengan kapasitas kapal lebih besar diharapkan bisa mempercepat arus mudik.

Manajer Usaha Pelabuhan Gilimanuk Ryan Dewangga menambahkan, pada arus mudik lebaran tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan 10-13 persen dibandingkan tahun lalu. Arus mudik mulai hari Senin dan puncak arus mudik pada hari Kamis dan Jumat, jelang Hari Raya Nyepi.

Ketika terjadi kemacetan, pihaknya memberikan diskresi berupa dispensasi waktu. Pengguna jasa tidak perlu khawatir tiket kadaluarsa sebelum digunakan untuk menyeberang. Apabila sudah telanjur salah membeli pada saat penutupan pelabuhan, maka bisa diubah jadwalnya jika membeli tiket di aplikasi khusus milik ASDP.

Sementara itu, Polres Jembrana sudah mulai mengaktifkan Operasi Ketupat Agung 2025. Operasi yang akan digelar mulai 23 Maret hingga 8 April. Personel yang terlibat 270 personil operasi ketupat, 45 personel penebalan Polres, 19 personel BKO Ditlantas, 16 personel Brimob , ditambah dengan personel dari instansi terkait sebanyak 125 personel, sehingga total 475 personel terlibat operasi ketupat Agung. Sebanyak 240 personel polisi, khusus di sekitar  Pelabuhan Gilimanuk.

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto mengatakan, kantong parkir yang sudah disiapkan sebanyak 6 lokasi. Diantaranya, Yeh Leh, Rambutsiwi, Terminal Kargo Negara, Gudang Toyota, Gudang Suzuki, dan Timbangan Cekik. Kantong parkir ini khususnya untuk kendaraan barang yang semestinya dibatasi operasionalnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#arus mudik #jembrana #penyeberangan #pelabuhan gilimanuk