NEGARA, Radar Bali.id - Pencarian nelayan yang tenggelam di perairan Muara Desa Pengambengan, hingga hari ketiga diperluas di darat dan laut.
Pencarian yang dilakukan tim sar belum menemukan korban. Sementara itu, nelayan asal Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, dinyatakan hilang karena belum pulang sejak berangkat melaut saat upacara buruk Sabtu (21/3/2025) lalu.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan, pencarian I Komang Sumo, 38, nelayan asal Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, masih belum membuahkan hasil pada hari ketiga sejak dilaporkan hilang. ”Belum ditemukan. Pencarian masih proses,” jelasnya.
Pencarian melibatkan potensi SAR dan nelayan setempat dengan menyusuri laut sekitar korban hilang dengan radius sekitar 6 mil laut. Pencarian juga dilakukan di darat dengan menyusuri pantai Pengambengan dan Perancak. ”Kami juga kita warga untuk melaporkan jika menemukan korban,” ungkapnya.
Korban I Komang Sumo, hilang saat hendak kembali ke darat usai memancing di perairan Perancak bersama tiga orang temannya. Saat akan masuk muara sebelah barat, korban melihat katir sampannya sebelah kiri lepas.
Korban hendak mengikat katir, korban menceburkan diri ke laut untuk mengikat katir sampan. Tiba tiba gelombang besar datang menghantam perahu sehingga membuat pegangan tangan ke katir lepas. Nelayan lain akan menolong, karena kerasnya gelombang tidak bisa menolong korban yang kemudian hilang ditelan gelombang.
Dewa Hendri menambahkan, pihaknya juga melakukan pencarian nelayan Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Karena sejak berangkat melaut tiga nelayan, Sabtu lalu, hanya Ahmad Baiti yang belum pulang. Sedangkan temannya, Maulidin dan Hairul sudah pulang dengan selamat. ”Kami juga melakukan pencarian nelayan yang dilaporkan belum kembali sejak tiga hari lalu,” jelasnya.
Klian Banjar Pebuahan Kanzan mengatakan, Ahmad Baiti, nelayan belum pulang sejak melaut saat cuaca buruk terjadi Sabtu lalu. Pihak keluarga sudah melaporkan hilangnya korban ke Basarnas Jembrana. ”Pencarian sudah dilakukan oleh nelayan teman - teman korban belum ditemukan,” ujarnya.
Seperti diketahui, pada saat cuaca buruk terjadi, agin kencang dan gelombang tinggi terjadi di laut, dilaporkan sejumlah kejadian kecelakaan laut. Sedikitnya ada 4 kejadian di TKP berbeda yang disebabkan angin kencang. [*]
Editor : Hari Puspita