NEGARA, Radar Bali.id - Sampah yang ditimbulkan saat peningkatan arus mudik lebaran di Pelabuhan Gilimanuk mencapai 2 ton sehari dibandingkan dengan hari normal. Selama tiga hari terakhir, sampah mencapai 16 ton dari wilayah Kelurahan Gilimanuk.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana Dewa Gede Ary Candra Wisnawa menjelaskan, timbulan sampah dari Kelurahan Gilimanuk selama arus mudik lebaran mengalami peningkatan drastis.
”Ada peningkatan sampah cukup drastis hingga 1 -2 ton lebih setiap harinya,” jelasnya.
Terlihat dari sampah yang diangkut dari wilayah Kelurahan Gilimanuk menuju tempat pembuatan akhir (TPA) Peh, Kaliakah. Total sampah masuk dari 24 - 26 Maret sebanyak 16, 368 ton, rata rata harian selama tiga hari terakhir saat mudik lebaran sebanyak 5,4 ton setiap harinya.
Jumlah tersebut, 2 ton lebih banyak dari hari biasa sebelum terjadi peningkatan arus mudik lebaran, setiap harinya hanya 3,5 ton sampah. ”Peningkatan cukup drastis," ujarnya.
Sampa yang sudah diangkut ke TPA Peh tersebut, masih sebagian kecil dari timbulan sampah. Karena, sebagian besar sampah yang berada di sekitar Kelurahan Gilimanuk, terutama jalur mudik belum dibersihkan.
Hal tersebut diakui oleh Lurah Gilimanuk Lurah Gilimanuk Ida Bagus Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, bahwa sebagian sampah di jalur mudik wilayah kelurahan Gilimanuk belum semua dibersihkan. Mengingat kendaraan pemudik masih cukup padat, sehingga belum bisa maksimal membersihkan sampah. (bas)
Editor : Hari Puspita