NEGARA, Radar Bali.id - Pada masa arus balik setelah libur hari raya, ribuan orang masuk Bali. Beberapa diantaranya tidak membawa kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Namun, bagi yang tidak membawa KTP fisik asli masih diperbolehkan melanjutkan perjalanan dengan catatan khusus.
Jika tidak memiliki KTP dan tujuan tidak jelas, maka akan dikembalikan ke daerah asal, seperti lima orang yang sudah dipulangkan.
Pos Pemeriksaan KTP di Terminal Gilimanuk, masih menemukan penduduk yang tidak membawa KTP karena berbagai alasan.
Kebanyakan, mereka tidak membawa karena KTP tertinggal dan hanya bisa menunjukkan foto kopi atau foto KTP. ”Setiap orang yang tidak membawa KTP, kami periksa dulu alasan tidak membawa KTP dan tujuan ke Bali,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan, pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jembrana I Komang Sujana, Senin (7/4/2025).
Menurutnya, bagi yang tidak membawa KTP, akan diperiksa dan istana jenis pelanggaran. Selama bisa menunjukkan bukti sudah memiliki KTP dan ada yang bertanggungjawab di Bali, tetap diizinkan melanjutkan perjalanan.
Tetapi wajib memiliki surat keterangan sebagai penduduk non permanen yang dibuatkan oleh petugas di pos pemeriksaan KTP.
Namun apabila tidak ada bukti memiliki KTP, tujuan tidak jelas dan tidak ada yang ada yang dituju atau penjamin, akan dikembalikan ke daerah asal.
Seperti anak jalanan dan anak punk yang datang ke Bali tidak miliki KTP dan tujuan yang jelas apa maksud kedatangannya.
Bahkan tidak miliki biaya perjalanan, mereka menumpang truk untuk masuk Bali. ”Kalau datang ke Bali seperti anak punk, kami kembalikan ke daerah asal untuk mengantisipasi melakukan gangguan Kamtibmas di Bali,” tegasnya.
Sujana menambahkan, selama arus balik lebaran ini di pos pemeriksaan KTP di Terminal Gilimanuk sebanyak 52 pelanggaran terjadi dan memulangkan lima orang yang melanggar. Pihaknya melakukan tindakan tegas memulangkan, karena tanpa identitas dan tidak ada penjamin di Bali. ”Mereka datang ke Bali mayoritas alasan cari kerja,” imbuhnya.
Pihaknya bersama instansi terkait, melakukan pengamanan ketat di pintu masuk Bali selama arus balik ini, untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban umum di Bali. [*]
Editor : Hari Puspita