Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Daya Beli Masyarakat Anjlok, Dua Lantai Pasar Ijogading, Jembrana, Sepi

Muhammad Basir • Jumat, 2 Mei 2025 | 14:35 WIB

 

SEPI MELOMPONG: Kios dan los Peken Ijogading lantai dua, sepi dari pedagang.(m.basir/radar bali)
SEPI MELOMPONG: Kios dan los Peken Ijogading lantai dua, sepi dari pedagang.(m.basir/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Peken Ijogading Jembrana setelan selesai digunakan untuk relokasi, kembali sepi dari pedagang. Dari tiga lantai pasar, hanya lantai pertama dan halaman yang ramai dengan pedagang pada pagi hari.

Sedangkan los dan kios di lantai dua dan tiga masih suwung, tidak ada aktivitas perdagangan seperti pasar pada umumnya.

Infomasi yang dihimpun di pasar yang bernama Peken Ijogading, pada lantai satu sebagian besar los maupun kios masih aktif buka setiap hari.

Halaman parkir, para pedagang insidentil atau pedagang yang berjualan secara tidak tetap karena tidak memiliki tempat jualan yang permanen seperti los atau kios. Sehingga belum terdaftar memiliki surat keterangan retribusi (SKR).

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan jumlah kios di Peken Ijogading sebanyak 88 kios, namun yang aktif hanya 17 kios dan tidak aktif 71 kios. Kemudian jumlah los 120 los dengan jumlah yang aktif 44 los dan tidak aktif 77 los.

Menariknya, dibandingkan dengan kios dan los dalam pasar yang aktif, justru lebih banyak pedagang insidentil. Jumlah pedagang insidentil yang sebanyak 50 orang pedagang.

Semua pedagang insidentil ini, berjualan di halaman parkir pasar yang buka dari pagi hingga siang hari. Mereka bertahan karena sudah memiliki pelanggan tetap.

Kondisi tersebut diakui Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan I Komang Agus Adinata. Menurutnya, pasar sempat ramai dari aktivitas niaga pedagang dan pembeli pada saat dijadikan tempat relokasi selama proses pembangunan Pasar Umum Negara. ”Setelah masa relokasi selesai, Peken Ijogading kembali sepi” jelasnya.

Namun masih ada beberapa pedagang yang sebelumnya direlokasi ke Peken Ijogading memilih bertahan, di antaranya para pedagang insidentil.

Pasar tiga lantai ini hanya lantai pertama dan halaman parkir yang ramai dari pedagang, sedangkan lantai dua dan tiga sepi. Padahal beberapa kios dan los sudah ada pemilik atau pemegang kunci dan memiliki SKR.

Menurutnya, pasar yang berada di depan Pasar Umum Negara ini, sudah ada rencana yang akan dilaksanakan. Adinata menyebut, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan sudah ada beberapa perencanaan yang akan dikerjakan setelah program prioritas seratus hari terlaksana.

Rencananya, pada lantai dua pasar akan digunakan untuk pedagang spesifikasi seperti untuk elektronik, sedangkan lantai tiga tetap untuk hiburan seperti sebelumnya. ”Rencana ke depan tetap akan diaktifkan lagi. Sudah ada dalam perencanaan,” ungkapnya. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#pasar Ijo gading #sepi pembeli #jembrana #daya beli