Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Pintu Masuk Bali Semrawut Reklame Bodong, Satpol akhirnya Lebih Tegas

Muhammad Basir • Selasa, 6 Mei 2025 | 15:25 WIB
DIBERSIHKAN : Penertiban reklame di pinggir jalan depan pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk.(foto: lurah gilimanuk)
DIBERSIHKAN : Penertiban reklame di pinggir jalan depan pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk.(foto: lurah gilimanuk)

NEGARA, Radar Bali.id - Sejumlah reklame kedaluwarsa di jalan sekitar Kelurahan Gilimanuk ditertibkan. Penertiban dilakukan karena membuat kesan kumuh dan semrawut pintu masuk Pulau Bali yang notabene sebagai destinasi wisata yang sudah mendunia.

Terutama reklame yang berada di seberang jalan pintu keluar Palabuhan Gilimanuk, reklame ditertibkan, Senin (5/5/2025).

Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengatakan, selain reklame kedaluwarsa yang ada di Kelurahan Gilimanuk dan juga Melakukan pengecekan sampah khususnya sampah plastik di dari pintu keluar pelabuhan sepanjang jalan utama di wilayah Kelurahan Gilimanuk.

”Sebagai pintu masuk Bali, kami menertibkan reklame yang ada di sepanjang pinggir jalan nasional wilayab kelurahan Gilimanuk,” ungkapnya.

Penyisiran dan penertiban reklame mulai dari pintu keluar pelabuhan hingga tugu cekik, sebanyak 13 buah reklame berupa baliho, spanduk, pamflet dan papan nama ditertibkan. Penertiban dilakukan karena  pelanggaran Perda 5 Tahun 2007 tentang Keamanan Ketertiban dan Kebersihan Lingkungan serta Perda 5 Tahun 2011 tentang ijin dan penempatan reklame.

Selain penertiban reklame, sampah yang terbuang ke lingkungan di wilayah Kelurahan Gilimanuk juga menjadi perhatian. Pihaknya mendatangi warga dan pedagang, terutama di depan kompleks pertokoan manuver atau di sebelah terminal penumpang Gilimanuk untuk diberikan pembinaan ager tidak membuang sampah sembarangan.

”Kami tekankan agar untuk menjaga kebersihan di Kelurahan Gilimanuk dari kesan kumuh,” ujarnya.

Apalagi Kelurahan Gilimanuk selain merupakan pintu gerbang masuk Bali dan Kelurahan yang berhasil menyandang peringkat pertama pada Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Bali serta mewakili Bali ke tingkat nasional.

Selain masalah reklame dan sampah, pihaknya masih belum bisa mengatasi semak belukar sekitar destinasi wisata Patung Siwa yang berada tepat di seberang jalan pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk.

Kondisi itu, membuat kesan kumuh pintu musk Bali, namun kelurahan tidak bisa melakukan tindakan karena kewenangan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

”Kalau Teluk Gilimanuk dan sekitarnya, kewenangan dinas pariwisata,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah melaporkan kondisi di sekitar wilayah Kelurahan Gilimanuk kepada Dinas Lingkungan Hidup yang menjadi kewenangan dan tanggungjawabnya. Pihaknya berharap seluruh instansi dan OPD terkait bisa bersama -sama melakukan upaya memperindah pintu masuk Bali ini. [*]

 

 

 

Editor : Hari Puspita
#satpol pp #reklame #semrawut #jembrana #penertiban #bodong