NEGARA, Radar Bali.id - Kasus positif rabies di Jembrana mencapai 47 kasus dalam lima bulan terakhir. Jumlah hampir mendekati kasus positif selama setahun 2024 lalu sebanyak 56 kasus.
Karena itu, vaksinasi gencar dilakukan di desa zona merah rabies dengan vaksinasi serentak oleh seluruh tim vaksinasi terpusat di satu desa.
Selain vaksinasi massal di zona merah rabies, daerah yang baru terjadi kasus positif rabies juga akan disasar dengan vaksinasi emergency. Seperti kasus positif rabies terbaru di Kelurahan Banjar Tengah, tempat seorang warga digigit anjing peliharaan. Setelah menggigit, anjing mati lalu dites sampel otak positif rabies.
Pihaknya kmarin masih fokus melakukan vaksinasi massal di Desa Mendoyo Dauh Tukad, salah satu zona merah rabies di Kecamatan Mendoyo.
”Nanti akan kami lakukan vaksinasi emergency di sekitar lokasi kejadian,” ujar Pltm Kabid Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Gede Putu Kasthama.
Kasthama menambahkan, selama lima bulan terakhir sebanyak 72 sampel sudah diisi uji laboratorium, totalnya positif rabies sebayak 47 dan 25 negatif. Kecamatan Mendoyo menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 23 kasus gigitan positif rabies.
Sementara itu, vaksinasi massal masih dilakukan dengan target vaksinasi minimal 80 persen dari total estimasi populasi hewan penular rabies di Jembrana mencapai 41.668 ekor. ”Kami masih terus menggenjot vaksinasi agar penularan rabies bisa ditekan,” terangnya.
Sementara itu, dalam kurun waktu Januari-April 2025, kasus gigitan HPR di Jembrana mencapai 1.906 kasus. Sebagian korban gigitan, HPR positif rabies. Bahkan ada dua orang warga meninggal dunia suspek rabies.
”Kasus gigitan dan positif rabies ini tergantung dari penanganan HPR. Jadi kunci kasus pada manusia tergantung hewannya,” ujar kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) I Gede Ambara Putra.
Apabila penanganan HPR maksimal dengan vaksinasi, kasus gigitan pada manusia juga akan menurun dan kasus positif juga menurun. Sehingga perlu adanya sinergi dinas terkait dan masyarakat untuk meminimalisir kasus gigitan dan positif rabies. [*]
Editor : Hari Puspita