NEGARA, Radar Bali.id - Jalan Denpasar - Gilimanuk, sejumlah ruas jalan memiliki kerusakan parah. Semestinya, diperbaiki dengan meningkatkan kualitas jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Karena minimnya anggaran, pemerintah pusat yang memiliki tanggungjawab hanya bisa melakukan pemeliharaan rutin seperti menambal jalan berlubang.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Provinsi Bali, Satker PJN Wilayah I Provinsi Bali, BPJN Jawa Timur-Bali I Made Mardita mengatakan, pada tahun anggaran induk 2025 ini, untuk peningkatan jalan Nasional Denpasar - Gilimanuk wilayah Jembrana tidak mendapat paket pekerjaan akibat dari efisiensi anggaran pemerintah pusat. ”Tahun ini kami tidak dapat paket,” ujarnya.
Padahal, dari sisi kondisi jalan, sejumlah kerusakan jalan di beberapa titik mengalami kerusakan parah sehingga perlu dilakukan peningkatan. Namun untuk menjaga kondisi jalan tetap laik digunakan, pengerjaan hanya sebatas pemeliharaan rutin.
Setiap ada jalan rusak, seperti berlubang langsung ditambal untuk mengembalikan kondisi jalan layak digunakan. ”Hanya ada paket pemeliharaan rutin saja,” imbuhnya.
Namun ketika kondisi cuaca tidak mendukung, hujan dengan intensitas tinggi, maka potensi kerusakan kembali terjadi. Termasuk jalan rusak yang baru diperbaiki dengan menambal jalan berlubang.
Selain jalan, sejumlah jembatan juga mendapat pemeliharaan rutin. Ada sebanyak 7 jembatan yang rencananya akan diperbaiki, tetapi hanya perbaikkan kecil yang mengalami kerusakan. ”Jembatan hanya perbaikan minor minor saja. Pemeliharaan rutin,” terangnya.
Pihaknya berharap pada tahun anggaran perubahan 2025 dan induk tahun 2026 mendatang, ada alokasi anggaran peningkatan jalan untuk wilayah Jembrana, sehingga perbaikan untuk meningkatkan kondisi jala bisa berjalan. [*]
Editor : Hari Puspita