Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Di Mendoyo, Jembrana Anjing Liar Mengamuk, Serang Empat Orang Warga

Muhammad Basir • Senin, 26 Mei 2025 | 16:00 WIB
SUDAH DIGENCARKAN : Vaksinasi anjing untuk cegah rabies di Jembrana beberapa waktu lalu. (dok.radar bali)
SUDAH DIGENCARKAN : Vaksinasi anjing untuk cegah rabies di Jembrana beberapa waktu lalu. (dok.radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Empat orang warga menjadi korban gigitan anjing liar di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.

Anjing liar yang menggigit dieliminasi dan selanjutnya sampel dibawa ke laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.

Gigitan anjing tersebut terjadi pada Sabtu (24/5/2025) sore lalu. Anjing yang menggigit sebenarnya merupakan anjing liar, tetapi selama ini tinggal di salah satu rumah warga.

Sebelum anjing mengamuk, anjing terlihat galak kepada pemilik rumah, sehingga dipukul dengan sapu oleh pemilik rumah. ”Setelah itu anjing kabur ke luar rumah dan menyerang warga,” ujar  Kepala Kewilayahan Banjar Anyar Kelod I Kadek Winastra.

Ada empat orang yang menjadi korban gigitan anjing tersebut. Awalnya dua orang warga yang melintas dengan motor, tiba-tiba dikejar dan digigit anjing tersebut. Setelah menyerang dua doang warga anjing itu kembali ke rumah pemiliknya yang memeliharanya. Namun tidak berselang lama, mengigit dua orang warga lagi.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Gede Putu Kasthama membenarkan adanya kejadian tersebut. ”Ada empat orang digigit anjing tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan, anjing yang menggigit sebenarnya sudah mendapat vaksin rabies sesuai jadwal. Bahkan sebelum menyerang warga, anjing baru mendapatkan vaksin. ”Dua hari setelah vaksinasi, anjing menggigit beberapa orang. Karena perilakunya tidak biasa, diambil sampel,” ujarnya.

Sampel otak anjing dibawa ke laboratorium BBVet Denpasar untuk memastikan bahwa anjing positif rabies atau tidak. Apabila hasilnya positif maka akan dilakukan penanganan terhadap anjing sekitarnya dan korban gigitan mendapatkan vaksin rutin sesuai jadwal. [*]

Editor : Hari Puspita
#vaksinasi #jembrana #bbvet denpasar #anjing gila #rabies