Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bau Tak Sedap Menyengat, Warga Gilimanuk Keluhkan Keberadaan Kandang Karantina

Muhammad Basir • Kamis, 26 Juni 2025 | 15:21 WIB

 

KARENA BAUNYA MENYENGAT : Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, saat mendatangi kandang karantina untuk menindaklanjuti keluhan dan petisi warga. (foto: dok.Tony untuk Radar Bali)
KARENA BAUNYA MENYENGAT : Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, saat mendatangi kandang karantina untuk menindaklanjuti keluhan dan petisi warga. (foto: dok.Tony untuk Radar Bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Warga sekitar kandang karantina mengeluhkan bau kotoran hewan dan rusaknya fasilitas umum. Keluhan terhadap tempat pemeriksaan hewan yang akan dikirim ke luar Bali tersebut, disampaikan melalui petisi yang ditandatangani warga, Lingkungan Arum dan Samiana, Kelurahan Gilimanuk.

Hal tersebut diungkapkan Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma. Keluhan dan petisi warga ini sudah disampaikan kepada pihak karantina hewan satuan pelayanan Gilimanuk, selaku pengelola tempat karantina dan pemeriksaan hewan. ”Kami juga sudah datang ke lokasi bersama instansi terkait,” ujarnya.

Warga mengeluh, karena tempat pemeriksaan hewan yang berada di tengah pemukiman warga ini menimbulkan bau menyengat. Selain itu, karena akses jalan menuju tempat pemeriksaan, kotoran hewan kerap berceceran di jalan sehingga menimbulkan bau.

Bahkan fasilitas umum juga rusak karena kendaraan yang masuk pemukiman ini berukuran besar. ”Saat kendaraan yang membawa hewan lewat, debu masuk ke rumah. Ada kerusakan taman dan jalan akibat lalu-lalang truk berukuran besar,” ungkapnya.

Menurutnya, akses jalan di tengah pemukiman warga menuju lokasi juga sempit. Tidak memadai untuk lalu lintas truk besar, apalagi ketika banyak kendaraan membawa hewan akan masuk hingga memadati jalan. Bahkan kotoran hewan banyak tercecer di jalan. ” Ini terjadi hampir setiap hari dan sangat mengganggu,” ungkapnya.

Selain berkoordinasi dengan instansi berwenang terhadap kandang karantina ini, pihaknya berharap dilakukan penyemprotan insektisida rutin untuk mengurangi bau dari kandang karantina. Pihaknya juga mengusulkan agar kedatangan truk yang membawa hewan ke kandang karantina untuk dijadwal, sehingga tidak menumpuk di jalan  umum kawasan permukiman.

Solusi jangka panjang juga perlu diupayakan. Salah satunya dengan pemindahan kandang karantina ke lokasi yang memadai dan jauh dari pemukiman warga.

Misalnya di areal parkir kargo Gilimanuk yang memiliki lahan lebih luas dan jauh dari pemukiman. ”Akses jalan juga memadai, tidak menanggung jalan umum di tengah pemukiman warga,” ungkapnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#petisi warga #bau menyengat #balai karantina #gilimanuk #jembrana